Cegah Penyebaran Corona, UINSA Tunda Prosesi Wisuda
BERITA

Cegah Penyebaran Corona, UINSA Tunda Prosesi Wisuda

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya,  menunda prosesi wisuda ke -91 yang direncanakan untuk digelar pada Sabtu (18/4/2020). Penundaan pelaksanaan wisuda tersebut karena merespons kebijakan pemerintah yang menetapkan pandemi virus corona sebagai status bencana nasional.

Diundurnya prosesi wisuda ini tertuang dalam Surat Edaran Rektor bernomor surat PT-880/Un.07/01/R/PP.00.9/03/2020 tentang penundaan pelaksanaaan wisuda untuk Program Doktor, Magister dan Sarjana. Surat tersebut menerangkan beberapa ketentuan aturan untuk calon peserta wisuda. Dimana batas akhir pendaftaran peserta wisuda yang semula pada tanggal 27 Maret 2020 diundur sampai tanggal 3 April 2020. Selain itu penerbitan Surat Keputusan (SK) Kelulusan atau SK Yudisium dilakukan masing masing fakultas sebelum tanggal akhir pendaftaran wisuda.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Wahidah Zein Br Siregar menerangkan perihal penundaan wisuda yang sebelumnya sudah dirancang sesuai dengan kalender akademik. Ditundanya acara wisuda tersebut bertujuan menghindari penyebaran Covid-19, sehingga UINSA meniadakan segala aktivitas yang melibatkan banyak masa berkumpul. Masdar Hilmy selaku Rektor UINSA juga berpesan, “Bahwa kita wajib mengikuti seluruh keputusan pemerintah akan kondisi saat ini. Sehingga penundaan wisuda kali ini lebih baik ditunda sampai ada pengumuman lebih lanjut” tuturnya.

Abdullah Rofiq Mas’ud selaku Kepala Bagian Akademik juga menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda dengan Rektor. Rofiq menegaskan bahwa pelaksanaan wisuda tidak dimungkinkan karena adanya larangan untuk beraktivitas dengan banyak orang, terlebih lagi calon peserta wisuda ada sekitar 700 mahasiswa. Dalam penundaan ini, bagian akademik rektorat memberikan solusi yaitu mendahulukan penerbitan ijazah daripada pelaksanaan wisuda. “Wisuda kan seremonial saja, status kelulusan sudah jelas, kita akan memproses ijazah sesuai tanggal rencana wisuda” ungkapnya. Namun, Rofiq belum bisa memberikan kepastian terkait tanggal pelaksanaan wisuda yang ditunda.

Penundaan wisuda mendapat reaksi berbeda dari para calon wisudawan.  Khusairi Ramadhan, mahasiswa Hubungan Internasional, kecewa atas penundaan wisuda, karena berdampak pada mahasiswa yang ingin segera melamar pekerjaan. “Tidak masalah kalau wisudanya diundur karena itu hanya sekedar prosesi, tapi karena hal itu akhirnya berdampak buat saya jadi semakin lama untuk melamar pekerjaan” ungkap mahasiswa angkatan 2016 tersebut.

Berbeda dengan Khusairi, Firda Rizqy Amalia mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan Islam, mengutarakan kebingungannya terkait surat edaran tersebut. “Bersyukur sudah ada kepastian (terkait ijazah), tapi tetap saja belum bisa daftar karena belum bisa dapat tanda tangsn dosen” tuturnya. Perempuan yang akrab dipanggil Kiki tersebut menjelaskan bahwa tanda tangan tersebut diperlukan untuk pengesahan skripsi. (Tin/Put)

Post Comment