GenBi Memberdayakan Masyarakat Melalui Hidroponik
BERITA

GenBi Memberdayakan Masyarakat Melalui Hidroponik

Minggu (16/02) dilaksanakan peresmian proyek Hidroponik oleh Generasi Baru Indonesia (Genbi) UINSA. Proyek ini merupakan hasil kerjasama GenBi dengan Kelompok Tani Mugi Lestari, RW 04 Wonocolo Surabaya. “Tujuan Hidroponik ini, untuk memberdayakan masyarakat dan memenuhi kebutuhan masyarakat, nanti kalau lebih bisa dijual” ungkap Desi Surya Andarina, selaku manajer Bank Indonesia Jawa Timur.

Desi juga menerangkan kelebihan produk hidroponik terletak pada sedikitnya zat kimia yang digunakan. Hidroponik tidak menggunakan pestisida untuk mencegah tanaman dari gangguan hama. Sehingga hidroponik dianggap lebih steril dan sehat.
“Hidroponik memiliki nilai tambah. Yaitu tidak menggunakan pestisida saat penanamannya. Sehingga lebih organik, sehat, dengan demikian kita bisa menambah nilai harganya. Saya harap ini bisa diedukasikan ke masyarakat ya,” terangnya.

Een Rizki Amaliyah, mahasiswa Ekonomi Syariah, anggota GenBi UINSA, sekaligus penanggung jawab proyek Hidroponik menceritakan bahwa proyek ini sudah diinisiasi sejak Juli 2019. Een menambahkan bahwa proyek Hidroponik ini dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari sosialisasi ke masyarakat, pencarian lahan, pembangunan Greenhouse, panen sayuran sampai tahap peresmian yang diadakan hari ini.

“Kemaren sudah sempat panen pada akhir Januari, hasilnya sekitar 7 Kilogram” tutur Een. Tanaman yang dipanen bervariasi, mulai dari Sawi Pakcoi, Selada Romaine, Daun Mint hingga tanaman organik lain seperti Seledri dan Kangkung. Karena dinilai masih sedikit dan belum layak jual, hasil panen pertama dibagikan ke kelompok tani dan masyarakat.

Untuk panen selanjutnya, Een mengungkap bahwa akan dijual, baik berupa sayuran segar maupun diolah menjadi produk lain seperti keripik. “Setelah diresmikan ini kami ingin mengembangkan kreativitas warga, sekaligus dijual ke channel-channel kerjasama kita” pungkas Een.

Proyek Hidroponik ini disambut dengan antusias oleh warga sekitar. “Bapak bapak maupun Ibu ibu dari kelompok tani dan RT sekitar, setiap hari melakukan piket merawat tanaman Hidroponik ini” ucap Ahmad Baidowi selaku sekretaris Kelompok Tani Mugi Lestari.

Baidowi menjelaskan dalam Greenhouse tersebut, terdapat tiga instalasi. Instalasi pertama untuk pembibitan, kedua untuk pembesaran dan yang ketiga untuk tanaman yang siap panen. “Jadinya setelah instalasi ketiga panen, tinggal nunggu satu atau dua minggu untuk instalasi dua di panen,” tutur Baidowi. Ketika ada permasalahan dalam pertumbuhan tanaman, kelompok tani akan berdiskusi dan mencari solusinya bersama, tutup Baidowi. (ais)

Post Comment