Kembangkan Startup, Solusi Lulusan yang Menganggur
BERITA

Kembangkan Startup, Solusi Lulusan yang Menganggur

mediasolidaritas.com – Dalam acara Santripreneur Expo yang diadakan di UIN Sunan Ampel (UINSA) tanggal 24-27 November, menjadi sorotan kalangan mahasiswa. Pada acara tersebut berdiri stan-stan yang memamerkan berbagai macam kreativitas produk dari santri. Namun ada yang berbeda dari stan-stan pada umumnya, yaitu stan Starla Education.

Stan ini memamerkan startup yang bergerak di bidang Pendidikan. Startup tersebut menawarkan pembelajaran di rumah bersama guru privat yang dapat dipilih sendiri. Mulai dari TK hingga sekolah menengah umum. Di sini guru akan dihimpun melalui aplikasi lalu ditawarkan ke konsumen yang ingin menggunakan jasanya. Menariknya lagi jasa yang ditawarkan tidak hanya berupa asisten pengajar. Namun juga ada desain, pembuatan presentasi, fotografi hingga penelitian.

Startup ini dibuat oleh salah satu mahasiswa UINSA yang bernama Luis Kho. Lulusan S1 Pendidikan Agama Islam (PAI). Sekarang masih mengenyam pendidikan S2 di universitas dan jurusan yang sama.

Aplikasi yang dia dirikan berbeda dengan aplikasi pendidikan lainnya. Menurutnya aplikasi yang sedang tren sekarang ini hanya berfokus pada pembelajaran saja. Di Starla Education ini, menciptakan jasa pendidikan pada bidang akademik maupun non akademik.

“Pendidikan tidak harus soal pembelajaran dan pemahaman materi. Tetapi masih banyak sektor-sektor lain yang menjadi pilar dari Pendidikan. Lalu menjadi perhatian dalam dunia Pendidikan,” terangnya.

Ide ini bermula dari keresahan terhadap banyaknya lulusan seperti dirinya yang menganggur dan sulit mendapatkan pekerjaan. Dia ingin memberi peluang untuk para lulusan sarjana yang menganggur agar mendapat pekerjaan.

“Setelah lulus S1 Saya sempat menganggur dan itu ngga enak,” ucap Luis

Kemudian lelaki yang akrab disapa Luis, mengajak teman-temannya untuk mendirikan market place pada tahun 2017. Nantinya akan menjadi cikal bakal Starla Education. Sayangnya ide ini harus terhenti pada pertengahan 2018. Pasalnya ada beberapa kendala dalam pengembangannya.

Walaupun demikian, Luis tidak patah semangat untuk melanjutkan mimpinya dalam menciptakan peluang kerja. Awal Oktober 2018 dia bangkit kembali lalu mendirikan Starla Education dengan lebih banyak jasa yang ditawarkan.

Namun Luis masih merasa harus lebih gigih lagi dalam mengembangkan idenya tersebut. Terutama dalam hal pemasaran. Dia juga tidak berkecil hati, apabila usahanya itu belum mendapat penghargaan dari kampus maupun dari luar.

Dia tetap optimis untuk memberikan karya terbaik yang nantinya bisa membawa nama baik UINSA.  Menurutnya ekspektasi karir lulusan PAI saat berkuliah di UINSA tidak akan jauh-jauh menjadi guru, dosen, atau PNS. Dia ingin mendobrak pandangan kuno itu. Menciptakan sesuatu yang berbeda dan bermanfaat besar menjadi semangatnya.

“Kita harus progresif dalam menciptakan peluang, berbeda itu perlu dalam usaha,” tuturnya. (put)

Post Comment