PBAK Fakultas Dakwah Dan Komunikasi: Regulasi Masih Dilanggar, Bagaimana Tanggapan Lembaga?
BERITA

PBAK Fakultas Dakwah Dan Komunikasi: Regulasi Masih Dilanggar, Bagaimana Tanggapan Lembaga?

Surabaya – Tahun ini, Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki kurang lebih 500 mahasiwa baru dalam kegiatan Pengenalan Budaya dan Kemahasiswaan (PBAK) hari kedua pada Kamis (24/07). Kegiatan kali ini dilakukan via daring menggunakan platform Zoom Meeting Cloud dan Streaming YouTube.

Acara berlangsung dengan kondusif dan lebih santai. Hal itu Dapat dilihat dari pembawaan host dan pemateri yang interaktif disertai sedikit candaan. Namun pada kegiatan kali ini, masih terlihat beberapa peserta melanggar regulasi yang telah ditetapkan dalam Tata Tertib PBAK 2020. Bentuk pelanggaran kali ini juga sebagian besar memiliki kesamaan pada pelanggaran yang terjadi pada PBAK hari pertama kemarin.

Abdul Halim selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi belum bisa memberi jawaban yang pasti mengenai persoalan ini. Abdul Halim berpendapat bahwa kegiatan ini adalah sesuatu yang baru, maka sudah barang tentu ada kekurangan dari berbagai faktor. Pihaknya juga menyampaikan agar menilai hal ini dengan bijak dan tidak menilai sepihak atas pelanggaran yang terjadi.

“Saya tidak bisa atau belum bisa memberikan satu jawaban yang pasti, yang diinginkan mengapa melanggar dan segala macam. Pertama harus kita pahami bahwa PBAK online ini kan kali pertama dalam melakukan PBAK, ini yang harus dipahami. Karena ini pertama, sudah tentu kita ada kekurangan disana-sini, baik dari sisi panitia apalagi dari sisi mahasiswa yang notabene mereka belum mengenal sama sekali, oleh karena itu kita jangan terburu-buru untuk men-judge bahwa peraturan yang dibuat banyak yang dilanggar” jelasnya saat di wawancarai langsung.

Beliau juga menambahkan mengenai masalah sanksi pelanggaran Tata Tertib PBAK 2020. Beliau berpendapat bahwa sanksi ini adalah mengenai komitmen moral bersama namun terhalang oleh keadaan. Sehingga tidak serta-merta menyalahkan lembaga. Para peserta juga mengaku tidak mendapat sanksi meskipun melakukan pelanggaran waktu pelaksanaan PBAK.

“Alhamdulillah nggak kak, tapi aku pernah makan tapi diem-diem kak terus mulut tak tutup pakai tangan,” Ujar Maba Program studi Bimbingan Konseling Islam. Alvian, Salah satu penitia PBAK Fakultas Dakwah dan Komunikasi menuturkan bahwa pihaknya tidak berfokus pada sanksi para pelanggar, melainkan berfokus pada kreativitas apa yang bisa mereka ciptakaan setelah menjalani PBAK.

“Jadi hari kemarin, pas koordinasi dengan fakultas itu kita memang tidak berfokus terhadap sanksi. Soalnya itu juga maba, lalu dikasih materi seharian pasti merasa jenuh,” Ujarnya. Pihaknya juga sangat mengapresiasi peserta yang sudah mengikuti kegiatan PBAK secara penuh meskipun telah melakukan beberapa pelanggaran. (Fqn/Udn/Wf)

 

Post Comment