PBAK Hari Pertama Masih Banyak Kendala Teknis
BERITA

PBAK Hari Pertama Masih Banyak Kendala Teknis

Rabu, (23/09) telah dilaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada hari pertama di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara live melalui Youtube. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 4000 lebih peserta dan dimulai pada pukul 06.45 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Kegiatan PBAK yang biasanya dilakukan offline, kini untuk pertama kalinya dilakukan secara online pada tanggal 23-25 September 2020. Kegiatan PBAK online kali ini memaksa para maba untuk mencoba hal baru. Yaitu dengan cara menggunakan aplikasi Zoom sebagai sarana ospek online.

Dengan mengandalkan jaringan internet, kegiatan ini mengalami berbagai macam kendala. Mulai dari aplikasi yang digunakan seperti Zoom yang sering logout hingga suara pemateri yang sering menghilang dan menggema.

Seperti saat Ida Fauziyah selaku Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia menyampaikan materi, diawal pemaparannya suara beliau tidak terdengar atau hilang, kemudian suaranya muncul namun menggema dan tidak jelas. Hal itu juga terjadi kepada KAPOLDA Jawa Tengah yaitu Ahmad Lutfi.

Aulan Annisa mahasiswi baru program studi Ekonomi Syariah (ES) fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) mengaku mengalami beberapa kendala seperti sering logout, suara dari pemateri menggema. “Kurang lebih sama seperti itu, suaranya sering hilang” ungkapnya saat diwawancarai melalui Whatsapp.

Absen yang seharusnya dilakukan di Zoom, beberapa peserta malah melakukan absen di live chat youtube. Tidak hanya kesalahan teknis, beberapa mahasiswa yang tidak menaati peraturan PBAK online seperti merokok, tiduran, hingga mengendarai ojek online (Ojol).

Banyak keluhan yang diutarakan dari mahasiswa baru terkait jalannya PBAK online yang memenuhi kolom komentar di channel Dakwah TV UINSA, diantaranya kesalahan teknis yang terjadi seperti suara tidak padu dengan gambar yang ditampilkan di channel Youtube.

Selain itu beberapa mahasiswa mengeluhkan tentang jalannya acara yang tidak tepat waktu, yang membuat jumlah kuota yang digunakan oleh mahasiswa untuk mengikuti jalannya PBAK online terbatas, sehingga mereka berharap akan ada subsidi kuota untuk melakukan kegiatan PBAK ataupun kegiatan belajar daring nantinya.

Dengan jalannya kegiatan PBAK online ini, para mahasiswa baru mengalami kebosanan sehingga mengakibatkan para mahasiswa baru melontarkan kata-kata bercanda yang sebenernya tidak patut diutarakan di kolom komentar channel Youtube Dakwah TV UINSA.

Berkaca pada PBAK tahun 2019 tentunya sangat berbeda baik dari sistem yang diterapkan ataupun dari segi tempat yang digunakan. Tahun ini para Maba (Mahasiswa Baru) 2020 ditantang untuk berteduh di bawah lindungan kuota dan jaringan, sebab selain kuota yang terbatas, seluruh mahasiswa baru tahun 2020 di daerah masing-masing. Tepatnya yang bertempat dipelosok desa pasti mengalami gangguan jaringan sehingga sulit untuk nengakses Internet, kedua gangguan tersebut masih menjadi momok yang cukup sulit untuk mencari solusinya, maka timbulah rasa keluh kesah dari mereka, sehingga menyebabkan kebingungan, bahkan ada dari sebagian dari mereka melontarkan kata-kata yang tidak wajar. Tetapi setidaknya pihak dari kampus UIN Sunan Ampel Surabaya telah berupaya melaksanakan PBAK 2020 sebaik mungkin meskipun tetap ada beberapa kendala. (Ary/Wz/Ptr)

 

Post Comment