PBAK Online Hari pertama UINSA, Menaker RI Beri Sambutan Untuk Maba
BERITA

PBAK Online Hari pertama UINSA, Menaker RI Beri Sambutan Untuk Maba

Surabaya – Di hari pertama Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) Ida Fauziyah turut menjadi narasumber pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2020 UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang dilaksanakan online pada Rabu (23/09). Wawasan nusantara dan bagaimana menciptakan kehidupan masa depan yang lebih baik menjadi topik yang disampaikan kepada mahasiswi baru UINSA sebagai motivasi agar mengembangkan skill untuk bekerja di masa depan.

Menteri Ketenagakerjaan yang juga merupakan alumni dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Ida Fauziyah mengawali sambutannya dengan memberikan ucapan selamat , tidak lupa juga Ida Fauziyah mengingatkan bahwa ini adalah awal dari perjalanan mahasiswa-mahasiswi.

Dalam sambutannya sebagai Menteri ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, memberikan gambaran potret ketenagakerjaan beserta tantangannya karena mahasiswa di masa depan akan turut menjadi bagian dari angkatan kerja.

“Data BPS Februari 2020 menunjukkan bahwa ada 130 juta angkatan kerja, yang ditemui beberapa tantangan. 55% lebih pekerja memiliki pendidikan yang rendah yaitu SMP ke bawah. Serta pekerja sektor informal jauh lebih besar dibanding pekerja sektor formal. Dari sisi pengangguran yang perlu diperhatikan adalah banyak didominasi yang berlatar belakang diploma dan universitas. Meskipun secara presentase masih di bawah tingkat pengangguran SMA dan SMP. Akan tetapi, jumlahnya sangat signifikan mendekati angka satu juta di tahun 2019 ini.” Ujar Ida.

Saat ini dunia sudah memasuki revolusi 4.0 yang ditandai dengan penggunaan teknologi yang mengarah pada informasi dan pertukaran data secara cepat dalam segala aspek. Digital dan teknologi menjadi sebuah norma baru yang terjadi di setiap tempat. Dampaknya sangat berpengaruh kepada skill dan pola kerja baru di dunia industri.

Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.si juga berpesan semua mahasiswa baru agar menyiapkan target sektor pekerjaan yang memilki prospek serta keahlian, yang  dikuasai untuk menghadapi di era industri digital, karena beberapa tahun ke depan adalah angka puncak persaingan di dunia kerja akan sangat ketat.

“Terus belajar dengan baik dan menjadi pribadi yang berkompetensi di bidang yang diminati karena kompetensi dan  profesionalisme akan sangat penting untuk menghadapi persaingan ketat di masa depan, tetap rendah hati dan tidak berpuas diri. Terus berkembang dan memanfaatkan segala media yang ada, seperti organisasi, melakukan pelatihan kompetensi. Jangan lupa mengembangkan dan akhlakul karimah. Karena kompetensi tanpa budi pekerti yang baik tidak akan berguna.” lanjutnya.

Dalam sambutan yang terakhirnya juga Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.si mengingatkan agar bijak bersosial media, dan jangan mentargetkan diri sebagai pekerja, namun seseorang yang bisa membuka pekerjaan bagi orang lain. Terus mencintai negara dan membangun bangsa, serta menjadi mahasiswa yang cerdas, berbudi luhur dan bermartabat. (Rn/Mn/Ns)

Post Comment