PBAK Online Jadi Alasan Mahasiwa Baru Terima Subsidi Kuota
BERITA

PBAK Online Jadi Alasan Mahasiwa Baru Terima Subsidi Kuota

Jum’at (25/09) Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademi Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada tahun 2020 ini dilakukan secara online. Sehingga kuota internet dan signal yang kuat menjadi salah satu faktor kelancaran acara tahunan ini.

Setelah PBAK hari pertama banyak mahasiswa yang mengeluh terkait jumlah kuota internet yang mereka gunakan untuk mengikuti PBAK online, hal tersebut disampaikan di kolom komentar Youtube Dakwah TV yang digunakan untuk menyiarkan acara PBAK secara langsung.

Kemarin (24/9) ada beberapa mahasiswa baru (Maba) yang telah mendapatkan subsidi kuota dari Universitas setelah mengunggah data diri di Sistem Akademik (Siakad) UINSA.

Banyak Maba yang tidak menyangka mendapatkan subsidi kuota dari UINSA, namun banyak yang merasa kecewa karena masih belum mendapatkan kuota internet. Salah satunya adalah Hufy Arofi mahasiswa program studi (PRODI) Manajemen Zakat dan Waqaf (MAZAWA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang menggunakan provider Axis dan mengaku jika dirinya belum mendapatkan subsidi kuota dari kampus.

Saat dikonfirmasi, Ade Taufik selaku Kepala Sub Bagian (KASUBAG) Umum menjelaskan bahwa Maba akan diberikan subsidi kuota karena kegiatan PBAK ini membutuhkan kuota internet yang tidak sedikit. Selain itu, kuota yang akan diterima mahasiswa juga akan digunakan untuk kegiatan kuliah online yang membutuhkan data untuk mengakses aplikasi seperti Zoom, Google Meet, dan Google Classrom.

Ade juga menambahkan bahwa tidak semua provider kartu mahasiswa akan mendapatkan subsidi kuota dengan cepat. Khususnya untuk provider Telkomsel atau Simpati tidak bisa segera menerima subsidi kuota karena proses dari pusat providernya yang rumit dan lambat.

Tetapi untuk provider lain (Tri, XL, Axis, Smartfren, IM3, dll) bisa segera dikirimkan ke nomor mahasiswa dengan catatan harus memperbarui atau mengunggah nomor telepon di Siakad. Ditambah lagi sistem Siakad yang baru mengalami pembaharuan data yang mengharuskan seluruh mahasiswa mengunggah ulang data-data mereka, tidak terkecuali bagi mahasiswa lama.

Selain kendala dari provider, data nomor telepon mahasiswa juga belum sepenuhnya diserahkan oleh pihak Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PUSTIPD) kepada Bagian Umum. Perubahan Siakad menjadi alasan utama keterlambatan pengiriman data nomor telepon mahasiswa. Karena di dalam Siakad yang baru mahasiswa harus mengisi data dari awal.

“Kita sudah mengirim surat ke PUSTIPD tapi belum direspon,” pungkas Ade saat diwawancarai melalui sambungan telepon (25/9).

Pihak UINSA sudah menganggarkan subsidi kuota bagi mahasiswa sebesar Rp 50.000,-  per mahasiswa setiap bulannya dan akan diberikan selama empat bulan untuk melakukan kuliah online. Untuk jumlah besaran kuota pihak kampus tidak mengetahui secara pasti karena anggaran setiap mahasiswa nominalnya sama, namun tidak menutup kemungkinan akan ada perbedaan jumlah besaran penerimaan subsidi kuota bagi mahasiswa berdasarkan providernya. (put/wzk/yak)

Post Comment