Regulasi Perpustakaan UINSA di Era New Normal, Maba Akui Masih Kebingungan
BERITA

Regulasi Perpustakaan UINSA di Era New Normal, Maba Akui Masih Kebingungan

Jum’at (25/9), Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) kembali melanjutkan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) hari ketiga atau terakhir melalui platform online Zoom Cloud Meeting dan Live Streaming Youtube. Mahasiswa Baru (Maba) diberi wawasan mengenai literasi yang disampaikan langsung oleh pihak perpustakaan UINSA.

Abdun Nasir selaku pegawai perpustakaan menjelaskan, bahwa layanan perpustakaan selama kenormalan baru memiliki dua bentuk pelayanan, yaitu offline dan online. Dalam memberikan pelayanan offline, perpustakaan akan dibuka setiap seminggu sekali untuk peminjaman atau pengembalian buku. Sedangkan layanan online, pihak perpustakaan telah menyediakan platform digital KUBUKU UINSA berisikan beragam e-book, dan laman http://digilib.uinsby.ac.id berisikan koleksi akademik.

Pegawai perpustakaan itu menyampaikan, KUBUKU UINSA dapat diunduh di Play Store atau  dengan mengunjungi akun Instagram @perpustakaanuinsa untuk mendapatkan link unduhan versi Android maupun PC. Jika mahasiswa baru sudah menjadi anggota resmi perpustakaan, maka mahasiswa baru sudah memiliki hak untuk meminjam buku melalui layanan yang telah tersedia. “Untuk bisa mengakses KUBUKU, mahasiswa harus daftar terlebih dahulu dan mengunggah foto KTM (Kartu Tanda Mahasiswa),” ujarnya.

Beliau menambahkan, dalam laman Digital Library, beragam jenis koleksi seperti skripsi, tesis, disertasi, buku ajar, artikel jurnal, karya ilmiah dan sejenisnya bisa langsung dibaca online atau diunduh tanpa melakukan registrasi. Salah seorang peserta PBAK bertanya di kolom chat Zoom, ”Bagaimana jika belum memiliki KTM, apakah diperbolehkan menggunakan KTP?”

Abdun Nasir menjawab dengan himbauan supaya bersabar menunggu KTM terbit. Untuk sementara, mahasiswa baru dapat memanfaatkan layanan perpustakaan yang dapat diakses tanpa registrasi.

Seorang mahasiswi Arsitektur, Fatimah Syarifatus Sholihah mengaku, meskipun proses akses layanan perpustakaan online ini cukup membingungkan, dirinya yakin akan bisa beradaptasi setelah terdaftar sebagai anggota perpustakaan. “Kalo proses daftarnya mudah, setelah mengikuti akun Instagramnya dan bergabung di grup Telegram, serta upload foto resmi, mahasiswa disuruh melapor di grup Telegram. Untuk informasi selanjutnya mahasiswa bisa mendapatkannya dari grup itu,” jelasnya. (Cc/Wn/Ek)

Post Comment