Sambut Maba 2020, Dekan FSH Tekankan Tiga Nilai Penting
BERITA

Sambut Maba 2020, Dekan FSH Tekankan Tiga Nilai Penting

SURABAYA (24/9) – Hari kedua PBAK 2020 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing fakultas. Acara dibuka Masruhan selaku Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, memaparkan tiga aspek penting. Meliputi budaya akademik, etika keilmuan, dan green living.

“Untuk bisa mewujudkan output yang dibanggakan sesuai visi Fakultas Syariah dan Hukum, maka harus saudara kenali tiga nilai penting dalam kehidupan kampus, yaitu budaya akademik, etika keilmuan, dan green living atau hidup sadar lingkungan,” ujar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum.

Ia menambahkan, memaparkan perlunya penanaman ketiga nilai tersebut agar tercipta kebudayaan khas yang secara riil dilakukan oleh seluruh warga kampus termasuk etika keilmuannya. Selain itu supaya tercipta  mahasiswa yang mengetahui aturan positif  beserta hak dan kewajiban masing-masing.

Lebih lanjut Dekan Fakultas Syariah dan Hukum memaparkan, budaya akademik adalah kebiasaan yang dihasilkan oleh  akal manusia yang terkait dengan akademik. “Budaya ini harus dipatuhi dan diterapkan dalam kehidupan kampus. Misalnya, memberikan kualitas (nilai) yang terbaik, mematuhi aturan dan kode etik, serta menjunjung teguh motto dan tujuan. Budaya kampus mencakup hal-hal terkait akademik, intelektualitas, kritis, inovatif, teknologi, dan kebersihan,” ucap pria berpeci hitam tersebut.

Sumber tangkap layar YouTube chanel Fakultas Syariah dan Hukum

Sedangkan etika keilmuan berarti suatu pandangan tentang nilai-nilai dan norma-norma moral yang melahirkan tata karma, sopan santun dan susila dalam kehidupan akademik. Hal ini ditujukan untuk mengatur tingkah laku setiap warga kampus baik secara tertulis maupun tidak tertulis, agar dapat digunakan sebagai pedoman dalam setiap tindakan yang dilakukan. Hal ini tercermin dalam mematuhi aturan perkuliahan, tidak menyontek dan kerja sama ketika ujian, menggunakan pakaian yang sopan, serta selalu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Aspek ketiga, green living atau hidup sadar lingkungan. Beliau menghimbau agar setiap warga kampus turut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi pemakaian bahan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita mempunyai jargon kebersihan sebagian dari iman. Maka sudah seharusnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan fakultas. Misalnya, dimulai dari tidak membuang sampah sembarangan apalagi plastik, karena plastik merupakan salah satu bahan yang sulit terurai. Maka alangkah baiknya apabila berbelanja membawa tas sendiri demi mengurangi sampah plastik,” imbuhnya.

Dengan kombinasi ketiga nilai tersebut, beliau yakin Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya mampu menghasilkan output sarjana hukum yang menjunjung tinggi etika, budaya, dan mencintai lingkungan. (saf)

Post Comment