Tambah Personel, Keamanan Diperketat
BERITA

Tambah Personel, Keamanan Diperketat

(14/01) Keamanan kampus UIN Sunan Ampel Surabaya sedang melakukan penambahan personel keamanan di setiap sudut kampus. Penambahan ini sudah berlaku sejak awal bulan Januari. Satpam baru kampus ini masih berstatus magang atau training dengan kurun waktu 3 bulan.

Syaiful Anwar, selaku salah satu satpam senior, menjelaskan bahwa satpam-satpam magang ini diambil dari PT. Go Clean Indonesia, dengan penyeleksian yang dilakukan oleh pihak perusahaan sendiri.
Setelah melakukan penyeleksian, barulah para satpam magang tersebut dikirim ke kampus untuk menjalankan magang. “Kalau dari kita sih penambahan dari PT. Go Clean Indonesia, nah kalau seleksinya PT. Go Clean yang menyeleksi. Kita tinggal beresnya aja di kampus,” tuturnya.

Penambahan personel ini juga berpengaruh pada sistem pengamanan yang dijalankan. salah satunya memperketat aturan area dilarang parkir, contohnya di sebelah Twin Tower dan di depan Fakultas Syariah dan Hukum. Setiap pengemudi sepeda motor yang melanggar area dilarang parkir, langsung diminta satpam untuk memindahkan sepeda motornya.
Selain memperketat ketertiban parkir, para penjaga keamanan kampus ini diharapkan untuk meningkatkan kinerja pengamanan.

Shonia Nur Aisyah, salah satu mahasiswi prodi Biologi, menjelaskan bahwa ia pernah mengalami kasus pencurian helm. “Helmku pernah dicuri orang. Menurutku sistem keamanan kampus sudah bagus sebenarnya, ya tinggal masyarakatnya saja yang kurang bisa menghargai orang lain. Kalau bisa nggak hanya tempat umum seperti loker perpustakaan, ruang dosen dan TT yang punya CCTV, kelas-kelas juga. Terutama karena kampus itu lingkungan yang luas, jika bagian outdoor tidak bisa diketatkan karena keterbatasan media, yang indoor lah seenggaknya dikencengin,” tuturnya.

Selanjutnya ada kasus pengerusakan sepeda motor yang dialami oleh salah satu mahasiswa. Mohammad Fais, mahasiswa prodi Hukum Tata Negara, menjelaskan bahwa ia memarkirkan sepeda motornya di depan fakultas Psikologi, dan menemukan bahwa sepeda motornya mengalami kerusakan. “Sepedaku tuh rusak, diparkir di depan fakultas psikologi, terus menurut saya solusinya, disana itu harus pakai CCTV, harus pakai itu di setiap parkiran. Biar ketahuan siapa yang merusak,” tuturnya.

Terkait pencurian helm, Syaiful menjelaskan bahwa seharusnya disediakan tempat penitipan, dan juga saat menaruh helm tidak langsung ditaruh saja, melainkan ada tekniknya tersendiri yaitu dengan mengaitkan tali helm di spion lalu direkatkan. Menurutnya, apabila pencuri tersebut usahanya tidak berhasil hingga 1 atau 2 menit, maka ia akan mengurungkan niatnya, dan juga diharapkan jangan membawa helm yang bagus atau mahal. Para satpam akan berkeliling setiap 1 jam sekali.

Sedangkan untuk kasus pengerusakan yang terjadi di luar kampus, Syaiful membolehkan untuk dititipkan di kampus asalkan kunci setir, kemudian foto motor dan KTM. Tetapi, jika pengerusakan terjadi di dalam kampus tetap tanggung jawab pribadi. “Kalau rusak di dalem tanggung jawab pribadi. Kan ada tulisannya, ‘motor hilang tanggung jawab pribadi’. Kita cuman untuk mengetahui aja. Cuma kita ngecek supaya nggak sampai hilang, mangkanya kalau keluar pakai STNK, wajib!” tutup Syaiful.

Dari banyaknya kasus yang terjadi, diharapkan para mahasiswa dan perangkat keamanan mau bekerja sama. “Semoga satpam-satpam baru bisa membaur dengan baik dengan para mahasiswa, dengan begitu kedepannya nanti bisa membantu mengidentifikasi kasus-kasus pencurian, paling tidak meminimalisir lah ya,” pungkas Shonia. (tar/ais)

Post Comment