Upaya Penipuan Transaksi Pulsa Mengatas Namakan Dosen FISIP
BERITA

Upaya Penipuan Transaksi Pulsa Mengatas Namakan Dosen FISIP

Surabaya, (03/04) terjadi upaya penipuan pembelian pulsa, yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Penipuan tersebut mengatas namakan salah satu dosen FISIP Iva Yulianti Umdatul Izzah. Sampai tulisan ini diterbitkan, belum diketahui identitas maupun motif pelaku melakukan tindakan demikian.

Pelaku mengirimkan pesan pendek (sms) kepada beberapa mahasiswa FISIP mengaku sebagai Iva Yulianti. Dalam pesan tersebut, pelaku menanyakan siapa mahasiswa yang berjualan pulsa. Nur Haflatul Mufidah merupakan salah satu mahasiswa yang mendapat sms tersebut.  “Dia (pelaku) tadi sms ke saya, tanya saya siapa yang jual pulsa, dan itu sms nya bukan ke saya aja tapi ke mahasiswa lain gitu loh” ungkap Mufidah.

Mufidah mengaku belum mentransfer pulsa yang diminta oleh pelaku. “Untungnya gak sampe transfer pulsa “ tuturnya saat diwawancara. Dari awal mahasiswi angkatan 2017 tersebut sudah mencurigai dan merasa ada yang aneh dengan sms tersebut. Kemudian untuk memastikan kebenarannya Mufidah mencoba mengkonfirmasi dan menanyakan kepada Iva Yulianti yang merupakan dosennya. “Awalnya lihat sms itu saya ya bingung masa iya beneran bu Iva, terus saya cek nomor wa nya kok beda. Terus saya chat ibu Iva konfirmasi buat memastikan aja benar atau tidak” pungkas Mufidah.

Ketika dikonfirmasi Solidaritas, Iva Yulianti tidak mengetahui adanya sms penipuan tersebut. “Saya sama sekali tidak tahu menahu tiba-tiba muncul kejadian itu. Mestinya pelaku tahu (identitas) saya karena yang dihubungi adalah mahasiswa Sosiologi” tutur Iva. Sebelumnya Iva juga tidak pernah melakukan pembelian pulsa secara manual melainkan lewat mobile banking.

Dalam hal ini korban masih memaafkan pelaku dengan alasan khilaf. Meskipun demikian korban menyayangkan tindakan pelaku yang dapat merugikan orang lain. “Cuma saya menyayangkan caranya, jika ingin berusaha untuk mendapatkan sesuatu mestinya tidak begitu” ungkapnya. Iva tidak merasa dirugikan secara materi, namun ia merasa dirugikan dalam hal nama baiknya.  “Dirugikan secara materi mungkin tidak,tetapi ada kepercayaan terhadapa saya (trust) yang mungkin bias hilang. Dan mungkin ada yang menganggap saya mencari keuntungan dari itu” tutup Iva. (Yon)

Sumber Gambar : Pexels/freestock.org

Post Comment