Warek 2 : Tidak Ada Anggaran Untuk Kebijakan Pemangkasan UKT
BERITA

Warek 2 : Tidak Ada Anggaran Untuk Kebijakan Pemangkasan UKT

Perselisihan tentang pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa PTKIN telah genap tiga minggu bergulir. Diawali pada tanggal 6 April, ketika Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan surat edaran instruksi pemotongan UKT sebagai tindak lanjut atas terpukulnya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19. Instruksi tersebut selanjutnya dicabut dengan surat baru yang menjelaskan bahwa anggaran pendidikan satuan kerja Kemenag dipangkas kurang lebih 2 triliun dengan pertimbangan yang sama yaitu penanganan Covid-19. Namun, hingga berita ini terbit, belum ada kebijakan yang diterbitkan oleh Rektorat UIN Sunan Ampel Surabaya terkait penanganan dampak pandemi terhadap perekonomian mahasiswa.

Mochammad Andre Agustianto, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UINSA menyampaikan perhatiannya terkait dampak ekonomi dari Covid-19. “Dengan adanya pandemi, seluruh aktivitas perekonomian berhenti. Akibatnya banyak pengangguran dan secara makro negara akan tekor,” ungkapnya.

Dosen yang biasa disapa Andre tersebut juga menekankan bahwa fase yang paling berbahaya adalah pasca Covid-19. Dosen lulusan UIN Sunan Kalijaga tersebut menyarankan untuk masyarakat mulai berkreasi dalam perdagangan maupun usaha untuk menghadapi turunnya perekonomian selama pandemi.

Terkait UKT, Andre menganggap bantuan pemotongan biaya pembayaran akan memberikan dampak positif kepada wali mahasiswa. “Mereka (wali mahasiswa) akan sangat terbantu ditengah perekonomian yang tidak stabil,” ungkapnya.

Namun, dosen asal Surabaya tersebut juga memahami pertimbangan anggaran kemenag yang dipotong. “Kalau dijalankan (pemotongan UKT) mahasiswa akan terbantu sekarang, namun kedepannya kegiatan yang beranggaran akan bermasalah, kalau tidak dijalankan sawangane pemerintah kok tego.”

Andre juga mengusulkan adanya pembahasan bersama secara transparan terkait kebijakan atas UKT.

Rencana pembahasan atau mediasi terkait UKT juga dilontarkan oleh Yusril Ihza Maulana, Ketua Senat Mahasiswa (Sema) UINSA. Yusril mengutarakan bahwa Sema UINSA akan membawa aspirasi mahasiswa yang tertuang dalam surat terbuka Aliansi Sema-Dema Fakultas UINSA. “Audiensi dengan jajaran rektorat kami lakukan minggu depan” ujar Yusril.

Namun, Wakil Rektor 3, Ma’shum, meminta untuk menunggu pengumuman resmi terkait kebijakan UKT. Ma’shum enggan berkomentar lebih lanjut terkait kebijakan UKT dan melempar penjelasan ke Warek 2. “Nah, (rinciannya) tanya saja sama dia (Warek 2), tidak ada audensi.” pungkasnya.

Wakil Rektor 2 UINSA, Abu Azzam Al Hadi memberikan pernyataan bahwa tidak akan ada pemotongan UKT di seluruh PTKIN. Untuk pembahasan lebih lanjut, Azzam menyatakan bahwa akan ada audiensi antara Sema U dengan Warek 3. Selain itu, Warek 2 juga mengutarakan bahwa tidak ada kompensasi atau pengalihan anggaran untuk mendukung perkuliahan daring. “Sudah dibahas di rapat pimpinan kemarin, ternyata tidak ada anggarannya,” tutur Azzam.(Ais)

Sumber gambar : Merahputih.com

Post Comment