Antisipasi Perbuatan Maksiat, UINSA Kampus Gunung Anyar Akan Dipasang CCTV
BERITA

Antisipasi Perbuatan Maksiat, UINSA Kampus Gunung Anyar Akan Dipasang CCTV

MediaSolidaritas.com – Kertas peringatan tampak menempel di pintu dekat tangga darurat di Fakultas Adab dan Humaniora dan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Kampus Gunung Anyar. Kertas tersebut bertuliskan ‘Dilarang Merokok’ dan ‘Dilarang Berbuat Maksiat’.

Salah satu Dosen Sastra Inggris, Ramadhina Ulfa menceritakan bawasannya peringatan itu ditempel oleh pihak Dosen. Yang mana tindakan tersebut diawali dari aduan salah seorang cleaning service pernah mendapati pelaku dan beberapa kali menemukan tissue magic di tangga darurat.

“Adanya perbuatan maksiat, saya tidak melihat langsung. Namun, itu (peringatan, red) sebagai tindakan pencegahan selanjutnya. Karena ada aduan bahwa ditemukan tissue magic. Saya juga kesulitan menangkapnya karena tidak ada bantuan CCTV,” ujarnya yang juga merupakan anggota Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UINSA.

Koordinator cleaning service UINSA kampus Gunung Anyar Hadi Sucipto mengatakan memang sempat mendapati laporan dari rekannya sesama cleaning service yang menemukan tissue magic. Namun barang tersebut ditemukannya di belakang Fakultas Psikologi dan Kesehatan dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Dan itu terjadi setahun yang lalu. Dimana saat itu masih ada beberapa pekerja proyek, mahasiswa, dan tukang. Sehingga ia tidak mengetahui siapa yang berbuat.

Terkait dengan masalah peringatan dilarang merokok, ia memang mengeluhkan sering mendapati putung rokok meskipun sudah dibersihkan beberapa kali.

“Kalau keluhan dari teman-teman cleaning service sendiri itu sebenarnya banyak putung rokok di dalam gedung. Sebelumnya sudah diinformasikan tidak boleh merokok di dalam gedung. Boleh  merokok asal di luar gedung,” tandasnya.

Menanggapi adanya dugaan perbuatan maksiat, Wakil Rektor (Warek) II bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UINSA, Wiwik Setiyani berencana memasang kamera pengawas di tangga darurat pada 2023 mendatang.

“Sekarang, kita akan melakukan proses identifikasi lokasi yang perlu dipasang CCTV. Sebab untuk menganggarkan pengadaan perlu ada dokumentasi perencanaan dan menyesuaikan atas kebutuhan pada masing-masing fakultas. Setelahnya, baru bisa eksekusi,” tegasnya.

Mantan Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik itu mengatakan akan ada menindak tegas bagi pelaku yang kedapatan melakukan pelanggaran. Bahkan jika didapati mahasiswa yang melanggar, pelaku akan langsung dikenai Drop Out.

“Kalau masalah tidak boleh merokok di dalam gedung itu wajib. Leading sector kemahasiswaan kan Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama yang memiliki otoritas penuh memberi hukuman atau memberikan penyuluhan tentang merokok, nanti bisa saya sampaikan,” tutupnya. (Rafli A. Susilo – Raya Akbar Tiar Wibowo – Ziauddin Akbar)

Post Comment