Bualan Manis Penipu Andal dari Dating Online
RESENSI

Bualan Manis Penipu Andal dari Dating Online

  • Judul               : The Tinder Swindler
  • Sutradara        : Felicity Morris
  • Genre              : Documentary, Crime
  • Tanggal rilis    : 2 Februari 2022
  • Durasi              : 1 jam 54 menit
  • Produksi          : Netflix
  • Resensator      : Ro’sus Solichah Nuridha

Apa yang kamu pikirkan tentang aplikasi dating online? Mungkin yang banyak terpikirkan adalah impian akan mendapat pasangan setelah sekian lama melajang. Namun, imajinasimu yang indah akan berubah setelah melihat film ini.

Kisah ini bermula dari Cecilie Fjelhoy, wanita yang aktif bermain Tinder dengan harapan dapat bertemu dengan pasangan hidupnya. Setelah beberapa kali memilih calon pasangan kencan atau ‘swipe right,’  wanita asal Norwegia itu akhirnya menemukan lelaki yang sesuai dengan kriterianya. Tampan, modis, dan suka bepergian. Ia adalah Simon Leviev.

Tinder sendiri merupakan aplikasi dating atau kencan. Melalui Tinder, kamu bisa memperluas jejaring sosial dengan pengguna dari berbagai negara di dunia. Selain itu, aplikasi ini memberikan fasilitas untuk berkomunikasi bagi mereka yang saling tertarik dengan adanya fitur match.

Setelah pertemuannya dengan Simon, Cecilie merasa menjadi perempuan paling beruntung. Alasannya, karena ia  bisa bertemu dengan anak dari konglomerat Israel yang memiliki harta melimpah ruah. Bahkan, Simon mengajak Cecilie berlibur dengan menggunakan jet pribadi di pertemuan pertamanya.

Namun, siapa sangka jika match dengan Simon melalui aplikasi Tinder adalah keputusan yang akan disesalinya nanti? Dan justru hal itu membuat hidupnya berantakan karena lelaki penipu asal Israel ini.

Diangkat dari kisah nyata, film dokumenter berdurasi 1 jam 54 menit tersebut tak hanya berfokus pada Cecilie Fjelhoy, tetapi juga dua wanita lain yang menjadi korban dari pria yang mengaku kaya raya dan merupakan keturunan dari pengusaha berlian Israel, Lev Leviev. Pernilla Sjöholm dan Ayleen Charlotte adalah dua korban lain yang jatuh ke dalam tipu daya Simon turut menuangkan kisah mereka ke dalam dokumenter garapan Felicity Morris ini.

Gaya hidup yang mewah, barang-barang branded, hingga jet pribadi. Semua hal tentang Simon sungguh terlihat nyata bahwa ia memanglah anak dari “Raja Berlian.” Namun, tak disangka jika semua kemewahan yang ia miliki dan suguhkan kepada korban barunya adalah hasil tipu muslihat yang didapatkan dari korban sebelumnya dengan cara memutar harta tersebut.

Lelaki yang memiliki nama asli Shimon Yehuda Hayut ini telah berhasil menipu banyak wanita yang ditemuinya melalui Tinder. Modus penipuan yang digunakan hampir sama. Simon akan bertingkah seolah dirinya tengah dikejar oleh musuhnya dan tidak bisa menggunakan kartu kreditnya sendiri dengan alasan dapat dilacak oleh sang musuh. Kemudian, ia akan meminta para korban wanitanya untuk meminjamkan kartu kredit mereka. Tak hanya sampai di situ, lelaki asal Israel ini bahkan tak segan meminta mereka untuk mengambil pinjaman uang di bank hingga menggadaikan mobilnya.

Penggambaran cerita di film ini terlihat runtut sehingga penonton tidak dibuat kebingungan untuk memahami isi persoalan yang diangkat. Mulai dari pergantian cerita yang saling terhubung dari satu narasumber ke narasumber lain dengan tempo yang beriringan.

Film dokumenter ini juga memberi pesan untuk selalu berhati-hati dengan orang yang baru dikenal. Terlebih lagi, perkenalan secara online dengan orang asing yang mana informasi dapat lebih mudah untuk dimanipulasi. Selain itu, apabila pasangan sudah menunjukkan red flag seperti meminjam uang dalam nominal besar, lebih baik untuk menghindari orang tersebut. Karena tak jarang, kasus penipuan berawal dari kisah romansa melalui aplikasi dating online.

Post Comment