Calon Nahkoda Baru UINSA
BERITA

Calon Nahkoda Baru UINSA

Mediasolidaritas.com – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya siap memiliki nahkoda baru. Saat ini, proses pemilihan rektor sendiri sudah pada tahap menunggu hasil keputusan dari Kementerian Agama mengenai rektor baru periode 2022-2026.

Beberapa kandidat calon rektor periode 2022-2026 antara lain :

  1. Prof. Akh. Muzakki, M.Ag, Grad.Dip.SEA,M.Phil, Ph.D
  2. Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA, Ph.D
  3. Prof. Dr. Titik Triwulan Tutik, MH
  4. Prof. Dr. Hj. Zumrotul Mukaffa, M.Ag

Proses penjaringan bakal calon rektor memiliki beberapa prosedur mulai dari pembentukan panitia hingga keluarnya keputusan akhir yang berlangsung sejak bulan Februari lalu.

Menurut Surat Keterangan (SK) Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 3151 tahun 2020 tentang Pedoman Penjaringan, Pemberian Pertimbangan dan Penyeleksian Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, terdapat tiga tahap proses pemilihan rektor.

Proses yang pertama ialah penjaringan bakal calon rektor. Sirajul Arifin selaku Sekretaris Panitia Penjaringan menyampaikan terdapat proses awal sebelum penjaringan ketika dihubungi melalui telepon pada Kamis (28/4).

“Kami, panitia penjaringan ditetapkan oleh rektor. Ketika kemudian Surat Keputusan turun dari  rektor sekarang, kami bergerak melakukan penjaringan bakal calon rektor,” ujarnya.

Bakal calon yang mendaftar harus memenuhi persyaratan umum dan mengisi dokumen yang dibutuhkan secara online.

Kemudian bakal calon akan dijaring kembali menjadi calon rektor dan harus melakukan verifikasi terlebih dahulu baik dari dokumen asli serta apakah memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI (PMA).

“Lalu proses selanjutnya semua dokumen kami serahkan kepada rektor. Di rektor tidak terlalu lama, Pak Rektor belum sempat melihat dalamnya, kemudian dokumen langsung diserahkan ke Senat, disaksikan oleh panitia.”

Setelah proses penjaringan, dokumen-dokumen tersebut kemudian dirapatkan oleh Senat. Rapat tersebut bukan dalam ajang pemilihan, melainkan untuk memberikan pertimbangan penilaian kualitatif atas dokumen yang telah diserahkan.

Hasil dari rapat tersebut kemudian diserahkan kembali kepada rektor untuk diserahkan ke Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta (30/04).

“Kementerian Agama punya Komisi Seleksi (Komsel). Kementerian Agama membentuk Komsel yang tentu akan melihat bagaimana visi dan misi para calon,” imbuh pria yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) tersebut.

Meski begitu, keputusan akhir berada di tangan Menteri Agama dengan kebijakannya. Seleksi oleh Komsel sudah dilakukan sekitar tanggal 19-21 April 2022 lalu.

Saat ini, pihak kampus tengah menunggu hasil keputusan dan penetapan dari Kementerian Agama. Untuk kepastian tanggal keputusan keluar belum diketahui.

Masa jabatan rektor periode 2018-2022 masih tersisa sampai tanggal 5 Juni nanti. Sirajul mengungkapkan kalau pihak kampus mampu bergerak cepat untuk melakukan penjaringan calon rektor baru.

“Tapi kami Alhamdulillah bisa bergerak cepat untuk melakukan penjaringan. Meski sebenarnya masih lama, kami tidak mau dokumen (penjaringan, red) berlama-lama di UIN,” tegasnya.

Lalu, apakah terdapat perbedaan dari Penjaringan Bakal Calon Rektor periode 2022-2026 dengan periode sebelumnya?

Seperti yang disampaikan Sirajul, pendaftaran periode ini dilakukan secara online baik melalui web atau aplikasi online.

Meski begitu, proses verifikasi tetap membutuhkan dokumen asli untuk diserahkan ke pihak pusat. Periode sebelumnya, jumlah calon rektor lebih banyak dari periode tahun ini yang hanya ada 4 calon rektor saja. (bil)

Catatan redaksi:

Salah satu kata dalam artikel ini sebelumnya adalah ‘Keterangan’. Kata tersebut lalu kami koreksi menjadi ‘Keputusan’ karena terjadi kekeliruan dalam penulisannya sehingga menimbulkan perbedaan makna.

Dengan demikian kesalahan telah kami perbaiki . Kami mohon maaf atas kekeliruan tersebut dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih.

Post Comment