Di Balik Berdirinya Masjid Raya Ulul Albab UINSA
INFO RAMADHAN

Di Balik Berdirinya Masjid Raya Ulul Albab UINSA

MediaSolidaritas.com – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) merupakan salah satu universitas negeri di Surabaya berbasis Islam. Sebagai universitas yang berbasis Islam, UINSA memiliki “laboratorium agama” atau biasa dikenal dengan Masjid Raya Ulul Albab.

Jarang orang tahu bahwa Masjid Raya Ulul Albab yang saat ini berdiri tepat di dekat Twin Tower ini dahulunya berada di Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Tempat bangunan masjid yang saat ini berdiri merupakan tanah kosong yang sempat diklaim Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai tanah milik pemerintah.

Saat itu, rektor ke empat UINSA yang dulu bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bisri Afandi berinisiatif untuk memindahkan masjid. Hal itu dilakukan lantaran ia mencium gelagat pemerintah yang akan mengambil alih tanah tersebut.

Berbagai cara telah diusahakan agar tanah di samping Twin Tower tidak menjadi milik pemerintah, salah satunya yaitu dengan memindahkan masjid yang dulunya terletak di FST berpindah ke dekat Twin Tower.

“Perpindahan tersebut pada tahun 90-an mulai pondasi. Pada zamannya Gubernur Muhammad Noer. Sewaktu peresmian pertama, khatib pertama salat Jumat pada waktu itu  Quraish Shihab,” ungkap ta’mir sekaligus dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UINSA Muhammad Shadiq.

Penamaan Ulul Albab ini terinspirasi dari Al-Quran surah Ali Imran ayat 190 yang memiliki arti orang yang berakal. Ayat itulah yang kemudian menjadi latar belakang penamaan masjid Raya Ulul Albab ini, karena sesuai dengan citranya sebagai masjid yang berada di lingkup dunia akademik.

“Desainnya itu dari budaya Jawa khususnya Demak. Arti atapnya memiliki makna iman, ikhlas, dan ikhsan. Tiang empat menggambarkan para sahabat yaitu Abu Bakar, Umar, Ustman, dan Ali. Tiang empat juga simbol dari kalimat Allah. Yang ketiga, tiang itu berjumlah empat karena simbol ilmu ada empat,” lanjutnya.

Pembangunan masjid ini rupanya tidak mendapatkan bantuan dana sepeserpun dari pemerintah. Sehingga, pembangunan masjid ini berasal dari sumbangan dana masyarakat dan salah satu donator terbesarnya adalah wartawan senior dari surat kabar “Surya”.

Selain itu, sejak dilakukan pemindahan dan pembangunan Masjid Raya Ulul Albab tidak pernah melakukan renovasi hingga sekarang. Renovasi yang dilakukan hanya  sekadar pergantian warna masjid. (ely/ird)

 

Post Comment