Final Restrukturisasi UKM, Rektor UINSA: Itu Kebijakan Kami di Pimpinan
BERITA

Final Restrukturisasi UKM, Rektor UINSA: Itu Kebijakan Kami di Pimpinan

Mediasolidaritas.com – Penjelasan terkait restrukturisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) kembali diulang oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Abdul Muhid dan Koordinator Tim Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Farid Syihabuddin pada agenda forum bersama, Selasa (14/5).

Adanya forum bersama ini merupakan tawaran Farid Syihabuddin dan tindak lanjut dari sekian isu yang beredar terkait adanya restrukturisasi UKM di UINSA.

Forum yang digelar di Lt. 2 Kantin UINSA ini dihadiri oleh Mahmudin Samin selaku Ketua Senat Mahasiswa (SEMA-U), dan beberapa perwakilan dari UKM terdampak. Seperti Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Pagar Nusa, Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia “Kera Sakti” (IKSPI), dan Tapak Suci yang akan dilebur menjadi UKM beladiri, serta UKM Ikatan Kader Penyuluh Anti Narkoba (IKPAN), Mahasiswa Tanggap Bencana (Mahagana), dan Kewirausahaan dan Industri Ekonomi Kreatif (Keikraf) yang akan dipindahtugaskan menjadi komunitas.

“Jadi yang diterangkan (restrukturisasi, red) oleh Pak Kabag Kemahasiswaan dan Pak Warek 3 itu adalah kebijakan kami di pimpinan,” ucap Rektor UINSA Akhmad Muzakki.

Pria berkacamata tersebut menjelaskan alasan tentang adanya restrukturisasi ini dikarenakan munculnya peraturan menteri agama yang baru, terkait dengan Sistem Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) di Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag RI.

“Kenapa ada pusat baru di LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, red), seperti Pusat Pengembangan Karir, Pusat Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni, itu amanat dari SOTK yang baru. Ada juga Pusat Konseling, Pusat Imigrasi Keilmuan dan Satgas PPKS (Satuan Tugas Pencegahan dan Penangan Kekerasan Seksual, red). Itu yang penting. Karena ini adalah bagian dari instansi negara dasarnya adalah regulasi,” terang pria kelahiran Sidoarjo tersebut.

Muzakki juga menjelaskan bahwa restrukturisasi yang dimaksud bukan berarti melarang kegiatan kemahasiswaan.

“Bukan melarang atau meniadakan. Selama ini kita itu strukturnya tidak jelas. Kalau kita lakukan tes dna organisasi, ternyata yang bengkak pendanaan itu di UKM bidang minat bakat,” tuturnya.

Guru besar bidang sosiologi pendidikan tersebut menambahkan bahwa maksud dari adanya restrukturisasi ini agar pendampingan kegiatan kemahasiswaan dapat lebih jelas serta jika ada perlombaan di tingkat nasional maupun internasional dapat terurus dengan baik.

Hal ini tentu mengundang tanggapan dari para perwakilan UKM seperguruan pencak silat yang akan dilebur menjadi UKM Beladiri.

“Kami (PSHT, Pagar Nusa, IKSPI, Tapak Suci, red) ini berbeda. Misal ada perlombaan IPSI (Ikatan pencak Silat Indonesia, red), kami tidak bisa membranding diri kami sendiri dan kami tidak bisa menunjukkan bahwa kami memiliki prestasi sendiri. Kalau dilebur, hitungannya nanti menjadi prestasi umum (UKM Beladiri, red), bukan Tapak Suci sendiri, Pagar Nusa sendiri, dan lain-lain,” tutur Roihatul Jannah selaku Ketua UKM Tapak Suci.

Kholil Jailani selaku Ketua UKM Pagar Nusa juga membawa contoh kasus serupa di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) yang sebelumnya ada Pagar Nusa, IKSPI, dan PSHT yang aktif menoreh prestasi. Namun, semua berubah saat 3 UKM tersebut dilebur menjadi UKM Pencak Silat.

IKSPI dan PSHT mengundurkan diri dikarenakan ketua UKM yang berasal dari Pagar Nusa lebih berpihak dengan perguruannya sendiri. Adanya kecemburuan sosial inilah yang menjadi momok besar dalam peleburan tersebut.

“Itu dapat teratasi dengan adanya AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, red) yang jelas,” jawab Muzakki.

Keluhan lain muncul dari perwakilan UKM Mahagana yang menolak dijadikan komunitas dengan alasan takut dianaktirikan.

“Komunitas di UINSA ada banyak. Ada Ambisi KIPK, GenBi, dan lain-lain. Seluruh organisasi kemahasiswaan atas nama UINSA bisa di SK (Surat Keputusan Kepengurusan, red). Kalau masalah dana bisa diajukan,” jawab Farid Syihabuddin.

Muzakki kemudian menyarankan terkait dengan anggaran organisasi mahasiswa atau UKM dapat dikomunikasikan bersama pihak Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA).

“Soal anggaran nanti kita bicarakan dengan Bos Samin (Ketua SEMA, red). Adanya SEMA, DEMA, Pak Warek 3, dan Pak Kabag Kemahasiswaan di  sini akan membantu teman-teman sekalian,” pungkas Muzakki.

 

Reporter: Al Ghozaly Irzha

Editor: Tanaya Az Zhara

Post Comment