Hafal Juz 30 Menjadi Syarat Kelulusan bagi Mahasiswa  Fakultas Tarbiyah dan Keguruan   
BERITA

Hafal Juz 30 Menjadi Syarat Kelulusan bagi Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan  

Surabaya – Jumat (03/09) sebanyak 700 lebih mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya telah mengikuti kegiatan PBAK 2021 di hari kedua. Kegiatan masih tetap dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Saat pelaksanaan PBAK di hari kedua, terdapat pernyataan yang diutarakan oleh Saiful Jazil, selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, bahwa para mahasiswa FTK harus menghafalkan Juz 30 sebelum skripsi untuk kelulusan. Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, beliau pun menjawab, “Fakultas Tarbiyah adalah mendidik calon guru. Apapun prodinya, alumni FTK harus bisa ngaji dengan baik dan benar. Kenyataanya tidak semua mahasiswa bisa ngaji sesuai dengan harapan. Karena itu, untuk memenuhi harapan kita musyawarah, mewajibkan mereka bisa ngaji, dibuktikan dengan hafal Juz 30. Supaya jadi perhatian, maka menjadi persyaratan maju ujian skripsi.”

Seperti yang dikonfirmasi dari Noval, salah satu mahasiswa FTK, “Terkait hal itu, memang untuk mahasiswa FTK itu diwajibkan hafal Juz 30, jadi memang itu untuk syarat kelulusan. Nah, hafal juz 30 itu nanti disetorkan di dosen yang sudah ditentukan oleh kampus, oleh FTK,” jelasnya. Selain itu Saiful Jazil menambahkan “Selama ini belum pernah ada mahasiswa yang merasa keberatan dan tidak bisa menyelesaikan hafalannya.”

Pendapat yang serupa juga diutarakan oleh Noval. “Kalau untuk saya pribadi, sangat tidak menyulitkan. Karena memang basic-nya di fakultas tarbiyah sendiri kan pendidikan. Apalagi, di dalam fakultas tarbiyah kan didominasi sama temen-temen prodi yang berkaitan dengan keislaman, seperti Pendidikan Agama Islam, kemudian ada Manajemen Pendidikan Islam, PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah), kemudian ada PBA (Pendidikan Bahasa Arab) dan lain sebagainya.”

Salah satu mahasiswa baru, Habibana Romadhon, menjelaskan bahwa, menghafal juz 30 bisa menjadi awal untuk menciptakan generasi penghafal Alquran. “Banyak mbak, salah satunya kebijakan tersebut… bisa apa ya, menjadi awal untuk menciptakan generasi penghafal Alquran,” ujarnya, saat ditanyai mengenai manfaat dari kebijakan menghafal juz 30.     

Pendapat yang sama, juga diutarakan oleh mahasiswa FTK yang lain. Dari mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang lain, berpendapat yang serupa “Menurut pendapat saya sebagai mahasiswa UINSA, saya setuju dengan syarat ini. Karena syarat kelulusan berupa hafalan jus 30 ini, dapat membuat saya lebih bersemangat untuk belajar dan mencintai setiap ayat-ayat dalam Alquran. InsyaAllah saya tidak akan keberatan dengan syarat ini. Meskipun saya tidak memiliki latar belakang madrasah ketika saya SD,SMP maupun SMA saya masih bisa untuk menempuh syarat tersebut” ucap Puja Erwina mahasiswa prodi Pendidikan Matematika.

Dalam pelaksanaan hafalan, para mahasiswa bisa menyetorkan hafalannya ke wali dosen masing-masing sewaktu-waktu, kapan pun mereka siap. “Terkait waktu itu bebas, jadi kalau memang mahasiswanya itu mau setoran boleh langsung menghubungi wali dosennya,” jelas Noval. Dia juga menambahkan, bahwa rata-rata para mahasiswa FTK, menyetorkan hafalannya saat mereka sudah akan lulus. “Biasanya temen-temen mahasiswa FTK itu, setahu saya, biasanya itu setorannya itu di akhir, di akhir waktu, semester-semester mau lulus,” tambahnya. (Aul, Ros, Nur, Raff)

 

 

 

Post Comment