Dijarah Maling, FDK UINSA Rugi Rp 63 Juta
BERITA

Dijarah Maling, FDK UINSA Rugi Rp 63 Juta

Solidaritas-uinsa.org—Rabu (27/12) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dikejutkan oleh aksi yang diduga pencurian beberapa barang inventaris milik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Tempat kejadian perkara berada di ruangan yang ditempati jurusan, program studi, dan akademik FDK.

Rincian barang yang hilang meliputi, Komputer all in one 6 unit, monitor 3 unit, CPU 2 unit, dan 2 printer. Semuanya ditaksir 63 juta rupiah. Hal ini berdasarkan surat laporan kehilangan yang ditandatangani Agoes Moh. Moefad, Wakil Dekan FDK Bidang AUPK.

Menurut Nikmah, salah satu petugas kebersihan FDK, dirinya kaget ketika hendak membersihkan ruangan berisi komputer, karena komputer sudah tidak ada di tempat biasanya. “Ya saya kaget ketika hilang (komputer, Red),” ujar wanita berbadan kecil tersebut.

Pengakuan lainnya datang dari Fajar Ardiansyah, mahasiswa program studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) semester satu, Selasa malam (26/12) mengaku melihat wanita yang kesulitan membuka pintu gerbang Gang Dosen. Saat itu Fajar bersama temannya ingin melompati Gang Dosen untuk membeli makanan di daerah belakang kampus, tapi masih menunggu wanita berkerudung membuka kunci gerbang. “Buka kuncinya itu agak lama,” ujar Fajar yang mengaku berada di belakang FDK sekitar pukul 20.30 WIB (26/12).

Fajar menambahkan, malam itu juga ada sebuah mobil pikap berwarna silver yang terparkir di belakang FDK. “Ya pikap kalau enggak salah warna silver,” pungkas lelaki yang akrab disapa Fajar.

Sampai berita ini diturunkan, Dekan FDK, Suhartini, enggan memberikan keterangan terkait kasus kehilangan tersebut. Selain itu satpam UINSA mengaku tidak mengetahui kronologi kasus. “Enggak tahu mas, kita di sini satpam lapangan mas, kerjanya cuma ngontrol muteri gedung,” ujar salah satu satpam yang tidak ingin disebutkan namanya.

Berdasarkan penelusuran Solidaritas, pihak Kepolisian Sektor Wonocolo Surabaya membenarkan adanya kasus pencurian tersebut. Pasalnya kasus ini masih dalam tahap penyelidikan polisi. Sampai berita ini diterbitkan Iptu Muji masih enggan memberikan kronologi kejadian karena masih pada tahap olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selain itu berita acara mengenai kasus tersebut masih belum keluar serta masih harus diperdalam lebih lanjut oleh pihak Kepolisian Sektor Wonocolo Surabaya. (sat/rzk/and)

Post Comment