Kongres Diundur, Jadwal Pemira Mundur
BERITA

Kongres Diundur, Jadwal Pemira Mundur

Kongres XIX Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (KBM UINSA) secara resmi ditunda. Hal ini dikarenakan batas waktu penyelanggaraan acara menurut aturan hanya diperbolehkan selama 10 jam, mengingat masih masa pandemi Covid 19.  Namun, hingga malam hari acara yang dimulai pukul 09.00 WIB sampai 20.30 WIB masih belum selesai, sehingga panitia beserta peserta kongres sepakat ditundanya KBM UINSA hingga batas waktu 7 x 24 jam.

Amir Zaki Hisbian, selaku ketua pelaksana KBM UINSA mengatakan bahwa sebenarnya ditundanya kongres kali ini diluar perkiraan dan berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana kongres sebelumnya hanya membahas Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) dan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), sedangkan kongres tahun ini membahas 5 hal, di antaranya AD, ART, GBHO, Garis Besar Haluan Kerja (GBHK), serta Rancangan Tata Tertib (RANTATIB) pemilihan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA-U). Sehingga perlu waktu lebih lama untuk bisa membahas hal tersebut hingga tuntas. “Tidak selesainya acara tahun ini sebenarnya kita juga salah target, karena ada dari perwakilan mahasiswa yang ingin RANTATIB pemilihan (DEMA U,-red) serta GBHK juga dibahas, sehingga tidak mungkin bisa menyelesaikan 5 hal secara bersamaan,” ujar Zaki mahasiswa jurusan Ilmu Politik tersebut.

Kru Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Solidaritas telah mengkonfirmasi langsung mengenai kapan diselenggarakannya KBMU lanjutan. Muhammad Yusil Ihza Maulana, selaku Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) mengatakan bahwa akan melakasanakan hal tersebut pada hari senin, 29/03 dan bertempat di BG Junction Surabaya. Untuk pelaksanaan KBM UINSA tahap dua ini panitia telah mengirimkan undangan serta surat edaran kepada masing masing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)/ Unit Kegiatan Kampus (UKK)/SEMA-F/DEMA-F.

“Kita sudah menyepakati tentang ditundanya KBM UINSA ketika forum, sehingga tidak ada sosialisasi mengenai tahap dua nanti, namun saya akan tetap mengirim undangan dan surat edaran pada masing masing ormawa,” tuturnya.

Berdasarkan evaluasi pada penyelanggaraan kongres pertama, Yusril akan meninjau terlebih dahulu terkait jumlah peserta yang hadir, mengingat kongres kemarin peserta peninjau  hanya bisa mengikuti via zoom karena terbatasnya tempat. Namun untuk tahap dua nanti dirinya juga masih belum bisa memastikan, apakah kongres dapat dihadiri oleh seluruh peserta, baik penuh maupun peninjau.

Menanggapi terbatasnya tempat pada kongres pertama, Zaki mengatakan bahwa saat ini pihaknya akan tetap berkomitmen supaya seluruh peserta dapat terakomodasi dan dapat masuk dalam kongres tahap dua nanti.

“Kita masih mengusahakan bahwa KBM UINSA tahun ini harus terlaksana dengan hasil kepuasaan dari mahasiswa UINSA. Besok kalau memungkinkan, antara peserta penuh dan peninjau bisa dihadirkan, maka kami akan laksanakan,” lanjut Zaki pria asal Medan tersebut.

Ditundanya KBM UINSA sendiri juga berdampak pada mundurnya jadwal Pemilu Raya (PEMIRA) tahun ini. Namun, Yusril belum bisa memastikan kapan jadwal pemira akan digelar. Menurutnya, pemira akan dilaksanakan setelah pemilihan ketua SEMA-U baru. Pemilihan SEMA-U akan dilaksanakan dalam jangka sekitar dua hari setelah KBM UINSA selesai. “Untuk jadwal pemira pasti mundur, namun untuk pelaksanaanya kapan, saya belum tahu, karena mungkin SEMA-U yang baru yang akan mengatur jadwal pemira. Ya, mungkin jangka waktu sehari sampai dua hari setelah KBM UINSA itu untuk pemilihan SEMA-U, dari pihak Wakil Rektor (WAREK) 3 sendiri juga sudah meminta pergantian,” lanjut Zaki.

Salah satu peserta acara kongres tahap pertama kemarin, Kavin, selaku SEMA Fakultas Sains dan Teknologi mengatakan bahwa acara tersebut menurutnya terkesan dipaksakan. Hal tersebut terlihat dari undangan yang diberikan mepet dengan waktu pelaksanaan acara, forum yang kurang kondusif dari sisi penjagaan, serta masih menggantungnya kesepakatan pembacaan Laporan Pertanggung Jawaba  (LPJ) Dema-U dan RANTATIB pemilihan yang masih belum dibahas.

“Menurut saya kemarin itu seperti acara yang belum siap untuk diadakan tapi dipaksa untuk diadakan, dari undangan saja itu diberikan mepet, lalu ketika dalam forum seperti kurang kondusif terkait penjagaan, dan pada sesi akhir forum kemarin masih menggantung, ada beberapa kesepakatan yang di awal telah disepakati belum terlaksana, seperti pembacaan LPJ DEMA-U di kongres dan RANTATIB pemilihan yang masih belum dibahas,” ujarnya ketika diwawancarai via Whatsapp. (dam/tin)

Post Comment