Lagu Tiara Warnai Wisuda ke-101 UINSA
BERITA

Lagu Tiara Warnai Wisuda ke-101 UINSA

MediaSolidaritas.com – Sidang wisuda Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) ke-101 diadakan di Gedung Sport Centre (SC) pada sabtu (26/11).

Lagu “Tiara” kembali mewarnai acara prosesi tersebut. Di sela-sela jeda penyerahan ijazah, Rektor UINSA Ahmad Muzakki, Wakil Rektor I Ali Mudlofir, Wakil Rektor II Wiwik Setiyani, Wakil Rektor III Ahmad Zainul Hamdi turun dari panggung untuk bernyanyi bersama para wisudawan.

Para wisudawan pun mengikutinya dengan menghidupkan lampu senter dari handhphone masing-masing. Kemeriahan tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari para wisudawan.

“Kita ini belajar dari pengalaman, orang itu menunggu pemanggilan itu capek, jenuhkan. Oleh karena itu periode saya ini melakukan inovasi dengan jumlah audiens yang banyak tapi tidak jenuh. Kebetulan saja saya dengan rektor yang lain itu menyanyi. Kalau adik–adik memperhatikan itu pembukaan juga melakukan sholawat bersama”, tutur mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) tersebut.

Menurutnya, jika yang menyanyi dari unsur mahasiswa sudah biasa. Namun, berbeda jika yang tampil  dari jajaran Rektor.

Acara wisuda ke-101 tersebut terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh 668 wisudawan. Terdiri dari wisudawan program Doktor, Magister, Sarjana. Program Sarjana sendiri hanya diikuti oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI), dan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK).

Pria lulusan Quensland University tersebut juga mengapresiasi empat jurnal ilmiah yang bisa masuk kedalam jurnal Sinta. Kategori mahasiswa berprestasi mulai tahun ini dibagi menjadi tiga kategori. Yang pertama publikasi ilmiah, yang kedua olahraga dan seni, yang ketiga hafal Alqur’an.

Selain itu, Zainul Hamdi mengatakan bahwa untuk menjadi mahasiswa berprestasi  salah satu syaratnya ialah nilai SKEK yang terkumpul sebanyak 65 poin.

“Dengan prestasinya diikat dengan SKEK minimal skornya 65, jika ada mahasiswa berprestasi namun skeknya tidak memenuhi minimum maka tidak bisa menjadi lulusan mahasiswa berpestasi”, tutur Ahmad Zainul Hamdi. (Dine Fitriana)

Post Comment