Mahasiswa Baru FISIP Dilarikan ke Rumah Sakit Saat PBAK Hari Kedua
BERITA

Mahasiswa Baru FISIP Dilarikan ke Rumah Sakit Saat PBAK Hari Kedua

MediaSolidaritas.com – Seorang mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dilarikan ke rumah sakit ditengah pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari kedua yang dilaksanakan Jumat (2/9).

Putra (nama samaran) diketahui mempunyai riwayat penyakit jantung bawaan dan kambuh saat akan memulai PBAK hari keduanya, yakni PBAK tingkat fakultas.

Muhammad Toyib selaku Ketua Pelaksana PBAK FISIP mengonfirmasi hal tersebut. Berdasarkan keterangannya, sejak H-1 PBAK kondisi kesehatan Putra sudah menurun.

“Jadi, Rabu (31/8) siang dia kambuh,” ujar Mahasiswa Ilmu Politik itu memulai ceritanya.

Secara kebetulan, teman kontrakan Putra ini juga merupakan teman dari Toyib. Sehingga ia menyempatkan untuk berkunjung ke kontrakan Putra.

“Saya izin dulu ya untuk PBAK anak ini (Putra, red). Hari pertama biar istirahat dulu dia,” tutur Toyib menirukan ucapan temannya saat ia kunjungi.

Pagi ini (2/9), ia mengaku terkejut melihat sosok Putra yang siap memulai rangkaian PBAK. Toyib pun kembali mengingatkan apabila belum fit boleh istirahat dulu. Sayangnya Putra tetap kekeh ingin merasakan euforia pengenalan tahun pertamanya.

Hingga saat menyiapkan barisan kelompok, Putra menjauh dan duduk di belakang barisan. Panitia dengan sigap menanyakan kondisi Putra dan membawanya ke ruang kesehatan.

“Sebelum dibawa (ke ruang kesehatan, red), dia sempat ngomong kalau kondisinya mendingan. Tapi itu tangannya sudah gemetar,” lanjut mahasiswa semester lima itu.

Setelah dibawa ke ruang kesehatan, panitia menghubungi salah satu pihak fakultas dan menyarankan untuk dipindah ke klinik terdekat. Sayangnya pihak klinik belum mampu, sehingga memberi rujukan ke RSU Haji Sukolilo dengan ditemani panitia dari divisi kesehatan.

“Alhamdulillah sekarang sudah kembali ke kontrakan. Pulang sekitar jam 11 siang,” tambahnya.

Dari kejadian ini, pihak FISIP membuat pernyataan bahwasanya apabila ada peserta dengan riwayat sakit berat akan diberi dispensasi untuk tidak mengikuti PBAK sampai akhir dan tidak perlu mengulang di tahun selanjutnya. (Mutiara Nasywa Kirana – Tanaya Az Zhara)

 

 

 

 

 

Post Comment