PBAK Hari Ketiga, Mahasiswa UINSA Dibekali Materi Tentang Post-Truth
BERITA

PBAK Hari Ketiga, Mahasiswa UINSA Dibekali Materi Tentang Post-Truth

MediaSolidaritas.com – Pada hari terakhir kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2022 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), mahasiswa baru diberikan sebuah materi dengan tema Refleksi Gerakan Mahasiswa di era Post-Truth.

Materi ini diberikan setelah ice breaking pertama yang berlokasi di Sport Center. Topik tersebut dibawakan oleh Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA Mas’udi.

Materi yang disampaikan berupa contoh aksi mahasiswa Indonesia dalam menyuarakan sebuah pendapat. Beliau menyampaikan materi dengan pembawaan yang santai dan persuasif.

Materi post truth dibawakan sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi kobaran kebingungan di tengah arus informasi yang begitu cepat.

Post truth adalah era dimana kebohongan bisa menyamar menjadi kebenaran hanya dengan memainkan emosi dan perasaan. Suatu kebohangan akan menjadi kebenaran jika terus diulang-ulang hingga diyakini sebagai suatu hal yang benar.

“Mahasiswa selain menjadi agent of change juga berperan sebagai agent of control yang mengawasi kinerja dan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah,” ujarnya.

Sehingga, seorang mahasiswa harus memiliki pemikiran yang kritis dan tidak mudah terpengaruh dengan berita-berita yang belum tentu kebenarannya. Apalagi saat ini media massa menjadi hal yang berkaitan erat dengan kehidupan mahasiswa.

Kondisi post truth ini telah menjadikan media sosial sebagai media komunkasi yang dominan dimana hal tersebut dapat menggiring opini publik.

“Media itu memiliki power yang besar. Karena media akan menggiring opini publik, tapi tidak semua media seperti itu,” ucap mahasiswa prodi Hukum Pidana Islam tersebut.

Kondisi post truth yang selalu menggerakan emosi membuat masyarakat lebih mudah untuk dipolitisasi dan dipolarisasi oleh penguasa. Mahasiswa sebagai kaum intelektual harus bisa mengedukasi masyarakat agar tidak mudah meyakini berita yang beredar sebelum terbukti kebenarannya. (Alfi Damayanti – Rif’ati Khoridatin Nabila)

Post Comment