Pembatalan KKN Nusantara pada H-3 Pemberangkatan, Peserta: Saya sangat kecewa
BERITA

Pembatalan KKN Nusantara pada H-3 Pemberangkatan, Peserta: Saya sangat kecewa

 

Tahun 2021, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) kembali membuka program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara karena dirasa pandemi sudah mulai membaik. Terdapat tiga penempatan KKN Nusantara 2021, yakni Kendari, Palangkaraya, dan Manado. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap dan sesuai jadwal. Peserta KKN Nusantara tujuan Kendari berangkat pada 28 Juni 2021, sedangkan tujuan Palangkaraya pada 3 Juli 2021, dan tujuan Manado pada 8 Juli 2021.

Di tengah persiapan pemberangkatan KKN yang kedua, Pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali. Sehingga pihak UINSA sendiri mengambil kebijakan untuk pembatalan KKN Nusantara. Terkecuali peserta KKN Nusantara tujuan Kendari karena sudah di tempat tujuan, sehingga program tersebut tetap dilaksanakan.

Wahid Ilham, selaku peserta KKN Nusantara tujuan Manado mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan pembatalan dua hari sebelum pemberangkatan. “Wah! Kecewa banget to, wes persiapan banyak,” keluhnya saat ditanya pewarta Solidaritas.

Tidak hanya Ilham, Sindi peserta KKN Nusantara 2021 asal Medan juga menyayangkan pembatalan secara tiba-tiba ini, karena ia sudah terlanjur menetap di Surabaya dua minggu sebelum pemberangkatan ke Palangkaraya. Selain itu ia juga telah mengundurkan diri dari pekerjaannya (resign).

“Udah jauh dari luar pulau, ya, dari luar pulau kan effort-nya lebih gede. Nah, ¬†kalau saya tidak KKN Nusantara, saya magang itu bisa di Medan, dan kalau KKN-nya online saya bisa KKN sama Univ lain yang ada di Kota Medan, jadi saya ngga capek-capek balik ke Surabaya. Tapi karena saya memang niat banget, nih, ikut KKN Nusantara. Jadinya saya lebih dahulu pergi ke Surabaya,” ungkap Sindi.

Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (LP2M) UINSA, Rubaidi memberi penjelasan bahwa pembatalan KKN Nusantara 2021 mempunyai beberapa alasan. Pertama, penyebaran virus Covid-19 yang merajalela. Kedua, adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (.PPKM) yang berkosekuensi terhadap pembatasan jalur-jalur keluar masuk antar kabupaten/kota di Pula Jawa. Ketiga, dikhawatirkan timbul kluster baru di titik-titik mahasiswa melakukan KKN luring. Keempat, menolak hal-hal yang sifatnya destruktif itu lebih penting daripada mengambil suatu keuntungan yang sifatnya positif. Kelima, berdasarkan dalil menjaga jiwa/nyawa lebih penting dari pada di luar itu’.

“Atas dasar itu, akhirnya di tingkat pimpinan, para Rektor, dan Wakil Rektor, beserta Tim LP2M melangsingkan rapat yang memutuskan bahwa KKN Reguler maupun Tematik, dari yang rencananya luring, lalu dialihkan menjadi daring,” jelas Rubaidi.

Hal ini seleras dengan pernyataan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UINSA, Wahidah Zein Br Siregar. “Bahwa ini memang semata-mata basisnya adalah mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Nah, PPKM itu sampai 20 Juli kan, tapi ngga ada juga kepastian. Apakah 20 Juli itu nanti akan berhenti atau bisa jadi diperpanjang, kayak waktu yang lalu, kan, bolak-balik diperpanjang lagi, ya, kan. Situasinya memang belum pasti, begitu,” jelas Wahidah Zein.

“Untuk prosedur KKN ini, bagi saya buruk, gituloh. Buruk kenapa, karena tidak cepat-cepat diberi kepastian dan tidak ada harmonisasi terhadap mahasiswa yang boro-boro dipindah di KKN Reguler, yang (juga -red) tidak jadi diberangkatkan, sedangkan kita juga tahu kampus lain (beberapa -red) itu hanya ditunda, bukan dibatalkan,” lanjut Wahid Ilham mengungkapkan kesannya terhadap KKN Nusantara 2021. (itn)

Post Comment