Pesan Whatsapp Tim Verifikasi UKT, Bukan Modus Penipuan
BERITA

Pesan Whatsapp Tim Verifikasi UKT, Bukan Modus Penipuan

(29/03) Nomor tidak dikenal menghubungi mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ahmad Rizky R. Mahasiswa program studi Sastra Indonesia via Whatsapp. Pemilik nomor itu memperkenalkan diri sebagai Lilis, tim verifikasi Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Sunan Ampel Surabaya dan meminta foto surat-surat penting, seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Awalnya hal ini membuat Ahmad Rizky curiga, pasalnya ia merasa telah mengisi data Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dengan tuntas. Ahmad Rizky khawatir jika datanya akan disalah gunakan. “Saya tidak berani membalas pesan itu lagi, takut kena tipu,” ucapnya ketika ditanya oleh pewarta Solidaritas.

Kecurigaan Ahmad Rizky ini semakin kuat ketika  berita ini ditanyakan dan disebarkan ke whatsApp grup angkatan 2017 oleh kakaknya. Pasalnya kejadian serupa juga pernah terjadi kepada salah satu mahasiswa 2017, Sihhatul Hayat. Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) itu pernah dihubungi orang tidak dikenal dan dimintai sejumlah uang dengan diiming-imingi seminar nasional dan uang. Namun ternyata semua itu hanya isapan jari belaka, karena nomor tidak dikenal tersebut langsung hilang setelah Sihhatul membayar Rp700.000.

Mendapati fenomena ini, Pewarta Solidaritas melakukan klarifikasi pada Kepala Bagian Akademik UINSA, Abdullah Rofiq. Saat diwawancara via Whatsapp, Abdullah Rofiq membenarkan bahwa Lilis merupakan tim verifikasi UKT UIN Sunan Ampel Surabaya. “Ya, benar ada. Bu Lilis Maslakah memang ada sebagai salah satu verifikator UKT untuk program studi Sastra Indonesia,” paparnya. Abdullah Rofiq juga menambahkan bahwa hal ini hanya sebagai tindakan konfirmasi apabila data yang dicantumkan dalam sistem belum jelas.

Abdullah Rofiq mengatakan bahwa mewaspadai adanya indikasi modus penipuan memang baik, tapi melabeli sesuatu tanpa tau kebenarannya ini yang kurang pas. “Memang kejahatan itu bisa di mana saja, dan tabayyun itu perlu. Hanya saja, jangan menghakimi penipuan dulu kalau belum tabayyun. Saya juga mohon klarifikasikan ini ke teman-teman, mengingat sebentar lagi juga akan ada SPANPTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, –red). Jadi, tim verifikasi ini benar-benar bertugas, mereka akan dengan cermat menentukan besaran UKT pada mahasiswa baru. Mohon kerjasamanya,” pungkas Ketua bagian Akademik tersebut.(cci/eka)

Post Comment