Rektor UINSA : Ada Kemungkinan Kuliah Tatap Muka Dilakukan
BERITA

Rektor UINSA : Ada Kemungkinan Kuliah Tatap Muka Dilakukan

Mediasolidaritas.com – Perbincangan mengenai perkuliahan tatap muka menjadi topik hangat bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Hal ini dikarenakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim, yang mengumumkan akan dilakukannya kegiatan belajar mengajar secara offline.

Dikutip dari Antara,3 Maret 2021. Nadiem mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran tatap muka dilakukan setelah vaksinasi terhadap tenaga pendidik selesai. “Target pada akhir Juni, vaksinasi covid-19 untuk lima juta pendidik selesai. Sehingga tahun ajaran baru 2021/2022 atau minggu kedua dan ketiga bulan Juli pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka,” ujar mantan bos Gojek tersebut.

Selain itu, dikutip dari Jawapos.com. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) Suyitno, yang mengatakan bahwa sampai saat ini kampus di bawah naungan Kemenag belum ada yang melaksanakan kuliah secara tatap muka. Kemenag juga mewajibkan jika nantinya perkuliahan digelar secara tatap muka, maka wajib mendapat izin dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 setempat.

Menanggapi hal tersebut, rektor UINSA Masdar Hilmy belum bisa memastikan kapan kuliah secara offline akan dilaksanakan.”Kalau memang ada perintah dari atasan untuk membuka kuliah. ya, kita buka. Jika diminta hybrid 50 persen, akan kita laksanakan,” ujarnya saat diwawancarai pada (10/5).

Namun menurut Masdar Hilmy, masih ada kemungkinan perkuliahan tatap muka akan dilaksanakan bulan Juli.”Kalau kemungkinan, mungkin bulan Juli bisa. Tapi pasti sistemnya dengan metode campuran,” lanjutnya.

Masdar Hilmy mengatakan bahwa saat ini masih banyak pertimbangan teknis yang perlu dikaji terlebih dahulu. Sehingga, nantinya kebijakan hybrid tidak merugikan mahasiswa dan tidak membuat klaster baru Covid-19 di lingkungan kampus. “Kasian juga¬† untuk mahasiswa yang tinggal di luar kota. Kalau rumahnya dekat sini, tidak papa. Kalau jauh, lalu dia ambil kos tiga bulan, terus tidak bisa, juga repot kan kasian,” ucapnya (Dam)

Post Comment