Reshuffle Dadakan Sebabkan Dualisme Pimpinan FAHUM
BERITA

Reshuffle Dadakan Sebabkan Dualisme Pimpinan FAHUM

MediaSolidaritas.com — Pelantikan beberapa pejabat baru Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menimbulkan beberapa perspektif di lingkungan kampus. Dualisme pimpinan Fakultas Adab dan Humaniora (FAHUM) menjadi salah satu perspektif yang muncul pasca pelantikan pejabat baru UINSA pada Senin (27/5).

Sebelumnya diketahui bahwa Achmad Zaini telah menggantikan Mohammad Kurjum sebagai Dekan FAHUM yang menimbulkan adanya unjuk rasa di depan Gedung Rektorat UINSA.

Setelah kejadian tersebut, hingga berita ini diterbitkan pihak rektorat belum buka suara terkait bukti latar belakang, alur, serta alasan akan pergantian dadakan tersebut.

Adapun dualisme pimpinan FAHUM diketahui berawal dari salah satu anggota Ishad, Fatih yang bermaksud untuk mengantarkan undangan kepada Dekan FAHUM baru Achmad Zaini pada Jumat (31/5).

Mahasiswa dari program studi Sastra Indonesia tersebut kebingungan saat dikabarkan bahwa dekan sedang rapat. Lalu, ia berinisiatif untuk meletakkan surat undangan di ruang dekan. Namun, Fatih dikejutkan dengan keberadaan Mohammad Kurjum selaku Dekan Fahum lama yang berada di ruang dekan. Dari situlah muncul asumsi bahwa FAHUM terdapat dualisme pimpinan.

“Jadi kita mau mengantarkan surat undangan untuk Pak Dekan, kok kabarnya Pak Dekan lagi rapat. Ya sudah, kita mau naruh (surat undangan, red) di meja beliau. Loh kok ternyata ada Pak Kurjum, ya sungkan saya dekannya adab (FAHUM, red) ada dua,” cerita Fatih.

Setelah dikonfirmasi oleh kru Solidaritas, Mohammad Kurjum mengaku bahwa ia tidak menerima surat pemecatan atau penurunan secara langsung sehingga pria berkacamata itu tetap berorientasi seperti kebenaran yang terdapat dalam surat keputusan.

“Saya tetap berorientasi pada kebenaran SK (surat keputusan, red). Saya masih pegang SK yang masa berlakunya sampai 2026. Dan sampai sekarang saya belum dapat SK pemberhentian yang sah. Makanya saya belum mau sertijab (Serah Terima Jabatan, red), karena dasarnya belum jelas,” ungkap Kurjum.

Pria paruh baya itu mengaku bahwa pihak rekorat tidak memberikan alasan yang jelas terkait penurunan jabatannya. Sementara itu, Achmad Zaini selaku dekan FAHUM yang baru juga mengaku hanya diundang pihak rektorat sehari sebelum pelantikan tanpa tahu jabatan yang akan diberikan padanya.

“Saya diundang hanya untuk pelantikan, tapi saya nggak tahu akan menduduki posisi apa. Waktu pelantikan ya itu dibacakan surat keputusan, disitulah saya baru tahu, saya diberhentikan sebagai ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, red), terus diangkat menjadi Dekan Fakultas Adab,” ungkapnya.

Di sisi lain, kru Solidaritas belum bisa mengorek informasi dari Rektor UINSA Akhmad Muzakki dikarenakan yang bersangkutan sedang menunaikan ibadah haji.

“Maaf, saya sedang di Saudi. Silahkan ke Warek 2 atau 3,” ujar singkat Muzakki ketika dihubungi via WhatsApp.

Adapaun Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Abdul Muhid mengaku bahwa penurunan jabatan pada Mohammad Kurjum tidak bisa dijelaskan secara gamblang karena ada prosedur tertentu.

“Itu nggak bisa dijelaskan. Ada penilaian kinerja dari pimpinan SPI (Satuan Pengawas Internal, red). Jadi Pak Rektor minta untuk melakukan assesmen kepada semua pejabat,” ungkap Abdul Muhid.

Ali Mudhofir selaku Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan juga berpendapat bahwa rektor telah melantik para pejabat atas nama menteri agama.

Pada akhir wawancara, Achmad Zaini mengaku tidak mengetahui adanya dualisme pimpinan FAHUM. Ia hanya menjalankan tugas sesuai ketentuan dari surat keputusan rektor setelah pelantikannya.

“Apakah artinya dualisme atau tidak yang jelas kan rektor sudah membuat keputusan. Satu, memberhentikan Pak Kurjum, kemudian meletakkan Pak Kurjum sebagai Guru Besar di Fakultas Tarbiyah. Jadi, saya ndak tau apa itu dualisme atau ndak. Saya, kan, hanya melaksanakan tugas berdasarkan SK-nya pak rektor,” jelas pria paruh baya itu menutup sesi wawancara.

 

Reporter: Nurlaily Zuhrah, Anisah Rahmadani

Editor: Tanaya Az Zhara

Post Comment