Semester Genap, Uinsa Tetap Berlakukan Kuliah Daring
BERITA

Semester Genap, Uinsa Tetap Berlakukan Kuliah Daring

Surabaya – (23/01) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) tetap melanjutkan perkuliahan menggunakan sistem dalam jaringan (DARING) di semester genap. Hal ini disampaikan Wahidah Zein, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UINSA saat diwawancarai via WhatsApp. “Kuliahnya akan tetap daring, kita mengikuti peraturan pemerintah pusat yang kesepakatan empat menteri itu.” tuturnya.

Kesepakatan empat menteri tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri nomor 04/KB/2020, nomor 737 tahun 2020, nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, dan nomor 420-3987 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). SKB tersebut berisi tentang pemberlakuan perkuliahan tatap muka hanya untuk kegiatan kurikuler melalui pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Terkait SKB tersebut, Wahidah Zein mengatakan bahwa ada pengecualian bagi mahasiswa yang sedang riset tugas akhir berbasis laboratorium. Pelaksanaannya dapat dilakukan di laboratorium, namun diwajibkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Ia melanjutkan bahwa tidak ada perubahan kebijakan mengenai mekanisme pembelajaran DARING di semester genap.

Perihal pembagian kuota internet, Masdar Hilmy selaku Rektor UINSA mengatakan bahwa pihak kampus akan tetap memberikan kuota internet sebagaimana semester lalu. Menurutnya permasalahan seperti pembagian kuota yang tidak merata, hal itu bukan sepenuhnya kesalahan dari pihak kampus. Melainkan kesalahan dari mahasiswa juga ketika melakukan input nomor handphone di sistem akademik (SIAKAD).“Itu bukan sepenuhnya kesalahan kami, tapi kesalahan mahasiswa ketika meng-input nomor handphone.” ujar  Masdar Hilmy ketika diwawancara via WhatsApp.

Guna mengantisipasi hal tersebut terjadi di semester genap, Masdar Hilmy akan menginstruksikan kepada jajaran Program Studi (PRODI) untuk melakukan pendataan ulang nomor handphone mahasiswa yang dimasukkan di siakad. Sehingga bisa segera diisikan kuota dengan tepat. Sekaligus sebagai evaluasi mengenai efekivitas pembelajaran daring pada semester lalu, seperti kuota internet, mahasiswa, dosen, dll.

Mengenai rencana adanya keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap, sejumlah pihak yang bersangkutan masih belum memberikan keterangan secara rinci. Menurut Wahidah Zein, keringanan UKT di semester genap tetap ada. Ia juga berpesan kepada setiap mahasiswa untuk jujur.“Cuma untuk UKT, maaf ya! semua orang (mahasiswa, -Red)  perlu jujur, apakah benar-benar nggak punya uang atau pura-pura nggak punya uang.” jelasnya ketika ditanya mengenai UKT.

Menanggapi berlanjutnya kuliah DARING di semester genap, berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim LPM Solidaritas, khususnya kepada mahasiswa baru UINSA 2020. Dari 162 responden, tim LPM Solidaritas menemukan bahwa 76,5 persen mahasiswa baru menginginkan kuliah secara tatap muka, dan 23,5 persen masih menginginkan kuliah secara DARING.

Berbagai alasan juga diutarakan mahasiswa mengenai hal tersebut, terutama perihal UKT dan kuota internet. Seperti Rosita, Mahasiswa Baru UINSA dari Prodi Hukum Pidana Islam. Menurutnya perkuliahan DARING lumayan berat karena setiap hari harus menatap layar monitor. Ia juga mengeluhkan kendala kuota serta koneksi jaringan.

Berbeda dengan Rosita, Maulana Nurisnaini dari Prodi Ilmu Hadits. Ia berharap ada keringanan UKT pada semester genap mendatang karena ia tidak merasakan fasilitas kampus.“Semoga UKT didiskon, karena saya merasa terbebani dengan membayar UKT segitu dengan fasilitas yang tidak sebanding. Lagian pandemi seperti ini susah cari uang.” harap mahasiswa asal Surabaya tersebut. (dam/tin)

Post Comment