Tempat Tidak Mencukupi, Pelaksanaan PBAK FEBI dan FSH Alami Perpindahan
BERITA

Tempat Tidak Mencukupi, Pelaksanaan PBAK FEBI dan FSH Alami Perpindahan

Mediasolidaritas.com – Jum’at (2/9) Kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya 2022 hari kedua dilakukan oleh pihak fakultas masing-masing.

Namun beberapa fakultas mengalami perpindahan lokasi PBAK atau tidak bertempat di fakultas masing-masing melainkan di fakultas lain. Salah satu contohnya yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang mengalami perpindahan ke Fakultas Syariah dan Hukum (FSH).

Tentunya hal ini patut dipertanyakan mengapa FEBI mengalami perpindahan. Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Muhammad Syahri Ramadhan mengatakan hal tersebut lantaran terdapat peningkatan jumlah mahasiswa FEBI.

“Setiap tahun mahasiswa FEBI mengalami peningkatan, untuk saat ini mencapai 623 mahasiswa, sedangkan kuota aula FEBI hanya cukup untuk 150 orang saja. Jadi dari hal tersebut mahasiswa baru FEBI dialihkan ke gedung FSH. Sedangkan mahasiswa FSH dialihkan ke Sport Center,” ujarnya.

Sedangkan perpindahan mahasiswa baru FSH ke Sport Center dikarenakan mahasiswa baru FSH lebih banyak jumlahnya dari pada mahasiswa FEBI. Sehingga, aula tersebut tidak mencukupi untuk menampung mahasiswa baru FSH.

Kegiatan PBAK FEBI sampai saat ini masih terpantau aman tidak ada kendala yang begitu serius. Meskipun demikian, menurut mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi tersebut sempat terdapat insiden kecil.

“Mungkin ada insiden-insiden kecil, dan tidak merugikan jadi sejauh ini masih terpantau aman,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat pula mahasiswa baru FEBI yang mengeluhkan tempat yang terbatas. Akibatnya, di dalam ruangan terasa panas.

“Seharusnya pihak panitia menyediakan tempat yang lebih besar mengingat peserta PBAK juga banyak. Saya merasa lebih lega ketika peserta dialihkan ke depan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam” ungkap Ayu Ervita Nada selaku mahasiswa baru FEBI. (Elisa Wirdanaturofiah – Santi Vidiana – Eliya Najma Muntazeri)

Post Comment