UINSA Secara Resmi Launching-kan Bank Jatim Syari’ah
Source : Instagram Humas UINSA
BERITA

UINSA Secara Resmi Launching-kan Bank Jatim Syari’ah

Surabaya – (23/03) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) resmikan pembukaan kantor Kas Bank Jatim Syariah ditengah pandemi Covid-19 pada Rabu (17/03/2021), meskipun kampus juga senyap oleh aktivitas kemahasiswaan apapun. Masdar Hilmy, selaku Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya menguraikan penjelasanya melalui wawancara via WhatsApp, “Pembukaan Kas Bank Jatim Syari’ah sebagai representasi perbankan berbasis syari’ah yang sudah dimandatkan oleh Dirjen Pendis (pendidikan islam, -red) yang memutuskan bahwa setiap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus memiliki bank berbasis syari’ah, tidak hanya konvensional saja.”

Langkah UIN Sunan Ampel Surabaya menetapkan Bank Jatim Syari’ah berdasarkan hasil dari pertimbangan berbagai pihak internal kampus, yang mana keputusan tersebut telah melewati penjaringan selama 1,5 tahun. “Kita mengadakan beauty contest, istilahnya begitu, sehingga mereka (beberapa bank syari’ah, red) dapat menyuguhkan  keunggulan masing-masing, ditambah Bank Jatim Syariah-kan sebagai label kebanggan Jawa Timur, lebih-lebih Bank Jatim ini sudah tercantum dengan BUMN (Badan Usaha Milik Negara, -red),” ujar Zainul Arifin selaku Kepala Pusat Bisnis dalam wawancara via Zoom.

Zainul Arifin menjelaskan terkait pembukaan kantor kas di masa pandemi ini dirasa sudah tepat, sekalipun tidak ada mahasiswa di kampus dan diselenggarakan secara virtual. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah sebagai efektivitas kerja dan proses kerja sama yang telah berlangsung lama sebelum adanya pandemi Covid-19. Dengan demikian diputuskan bahwa Bank Jatim Syari’ah ini bisa segera beroperasi, biarpun beroperasi belum secara maksimal. “Peresmian yang dilaksanakan sekarang ini adalah sebagai bentuk persiapan untuk kegiatan perkuliahan jika sudah aktif, jadi nantinya tidak persiapan lagi akan tetapi sudah siap melayani,” imbuh Zainul Arifin.

Royan Jaluseta,  Ketua DEMA fakultas ekonomi dan bisnis islam ikut menanggapi, “Kalau manfaat untuk mahasiswa sendiri saya rasa belum ada, diperuntukan untuk fasilitas mahasiswa, ataukah hanya kepentingan pihak tertentu saja. Jika keberadaan Kas Bank Jatim ini ditujukan untuk fasilitas mahasiswa, hal ini kurang maksimal karena akses masuk kampus aja masih susah, apalagi kita belum paham betul tugas pokok dan fungsinya.” (lya/nis)

Post Comment