Wisuda ke-105 UINSA Ditunda, Calon Wisudawan Kecewa
Picture source: LPM Siar
BERITA

Wisuda ke-105 UINSA Ditunda, Calon Wisudawan Kecewa

MediaSolidaritas.com – Wisuda ke-105 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tahun 2023 resmi ditangguhkan. Hal ini selaras dengan dikeluarkannya Nota Dinas (Nodin) No B-019/Un.07/01/R/R1/Hm.01/10/2023 oleh Wakil Rektor (Warek) Bidang Akademik dan Kelembagaan pada Senin (16/10).

Wisuda yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 4 November 2023, pada akhirnya ditunda dan akan digabungkan dengan wisuda ke-106 yang akan dilaksanakan pada 18 Februari 2024.

Alasan penundaan wisuda tersebut disinyalir karena jumlah calon wisudawan yang sedikit, yakni 171 orang dari kuota minimal wisudawan adalah 200 orang. Jumlah tersebut sudah termasuk calon wisudawan strata satu dan pascasarjana.

Nota Dinas perihal Penundaan Pelaksanaan Wisuda ke-105 yang diterbitkan oleh Wakil Rektor Bidang Bidang Akademik dan Kelembagaan pada Senin (16/10).

“Karena jumlah pendaftar yang sangat minim, hanya seratus sekian orang. Maka saran dari Pak Rektor digabungkan pada wisuda berikutnya,” ungkap Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UINSA, Ali Mudlofir ketika diwawancarai via telepon.

Kabar ini mengundang kekecewaan dari para calon wisudawan. Pasalnya, sebagian besar mahasiswa sudah mempersiapkan jadwal, baik itu Make Up Artist (MUA), kebaya, tiket perjalanan, penginapan, bahkan mengundang kerabat jauh untuk merayakan kelulusan mereka.

“Sangat kecewa, linimasa yang dikirim dari prodi itu mendadak. Di kalender akademik dijadwalkan pelaksanaan wisuda pada 28 Oktober 2023. Lalu ada rumor diundur hingga 4 November 2023, tapi tidak ada kepastian dari fakultas. Akhirnya tanggal 13 Oktober baru disampaikan kalau wisuda diundur ke wisuda berikutnya tanpa nodin. Bahkan nodinnya baru tersebar pada tanggal 19 Oktober,” ungkap perempuan yang kerap disapa Alfi tersebut.

Kekecewaan lain juga disampaikan oleh Himmah, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Himmah mengaku sangat merasa dirugikan, bahkan ia seharusnya bisa mengikuti wisuda ke-104 dan terpaksa mundur karena terkendala di dosen pembimbing (dospem).

“Iya betul (sudah menunggu lama, red). Skripsi sudah selesai dari 2 bulan sebelum wisuda ke-104, tapi dospem tidak bisa ditemui. Terpaksa nambah semester, bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) full lagi,” keluh perempuan yang biasa disapa Ema tersebut.

Ema mengaku tidak memiliki kegiatan saat jeda yang cukup lama itu, dan ditambah dengan kabar penundaan wisuda ke-105 ini membuatnya kembali tertegun.

“Tidak ada kegiatan, mata kuliah juga tidak ada. Kalau mau kerja belum ada Surat Keterangan Lulus (SKL), jadi susah,” cerita Mahasiswa Pendidikan Matematika tersebut.

Kabar baiknya, meskipun wisuda ke-105 ditangguhkan, Ali Mudlofir mengungkapkan bahwa tidak ada penangguhan terkait SKL dan ijazah.

“Iya, (ijazah dan SKL, red) bisa diproses sesuai urutan tanggal kelulusan itu. Ndak masalah. Bersabar saja, tinggal menunggu beberapa bulan ini,” pungkas Ali.

Reporter: Dewi Aisyah Alya
Editor: Tanaya Az Zhara

Post Comment